nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cap Go Meh Meriah, Kolaborasi Budaya Tionghoa-Sunda

Iman Herdiana, Jurnalis · Minggu 12 Februari 2012 02:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 02 11 340 574052 mHfideBagN.jpg (Iman Herdiana/Okezone)

BANDUNG - Kirab budaya Cap Go Meh di Bandung, Jawa Barat, menyajikan parade yang menunjukan kolaborasi budaya Tionghoa-Sunda. Kirab dimulai di sebuah Kelenteng di Jalan Cibadak yang dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Eka Pangestu dan Walikota Bandung Dada Rosada.

 

Pantauan okezone, kirab budaya tersebut menampilkan berbagai kesenian tradisional Tionghoa. Kesenian tersebut ditunjukkan lewat beragam mobil hias. Ada mobil yang disulap menjadi tubuh naga yang di dalamnya terdapat dewa-dewa yang ada dalam agama Budha.

 

Ada juga mobil yang didesain seperti kahyangan atau istana bunga yang di dalamnya ada Dewi Kuan Im duduk bersila di atas bungai teratai raksasa. Sang dewi melambai-lambaikan tangannya kepada ribuan warga Bandung yang menyaksikan parade tersebut.

 

Di mobil lainnya yang berbentuk perahu tradisional diisi peserta kirab yang berkostum Sun Go Kong, biksu, dan lain-lain.

 

Ada juga ratusan peserta yang berjalan kaki yang memakai berbagai kostum, mulai sepasukan kerajaan Cina tradisional, kelompok bela diri, kelompok pengusung lampion, hingga puluhan peserta yang  berkostum tradisional Cina yang memanggul miniatur-miniatur wihara.

 

Uniknya, di antara bentuk-bentuk budaya Tionghoa, juga terselip berbagai kesenian Sunda seperti jaipongan, sisingaan, rampak kendang, marchingband.

 

Bentuk-bentuk kesenian tersebut berkolaborasi dengan pertunjukkan liong dan  barongsai yang dimainkan oleh grup profesional.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, ada sekira 40 wihara yang mengikuti perayaan kirab budaya. Sedangkan grup Liong dan Barongsai mencapai 30 grup.

 

Peserta bukan hanya dari Jawa Barat, seperti Bandung, Bogor, Sukabumi, Garut, Indramayu, Kerawang, tetapi ada juga peserta dari Jakarta, Tanggerang, Jawa Tengah dan Menado.

 

Parade budaya yang dimulai sekira pukul 15.30 WIB itu mampu menyedot ribuan warga Bandung. Mereka menyemut di sepanjang kiri kanan jalan yang dilalui parade, mulai Jalan Cibadak, Sudirman, Asia-Afrika, hingga Jalan HOS Cokroaminoto, Bandung.

 

Akibatnya, kemacetan tidak terelakan. Namun personel kepolisian, TNI, dan satpol PP turut mengamankan kirab budaya Cap Go Meh yang kini sudah dua kali digelar. Kirab pertama pada 2011, dan rencananya akan terus digelar tiap tahunnya.

 

Sementara itu, Walikota Bandung Dada Rosada menegaskan digelarnya kirab tersebut menunjukan bahwa Bandung merupakan rumah bersama, tempat berbagai agama, suku, dan budaya hidup berdampingan secara damai.

 

"Dengan adanya momen ini kita ingin membangun kota Bandung sebagai kota seni, budaya yang kreatif dan agamis. Meski ada budaya Tionghoa, Sunda, Agama Islam, Budha, kita hidup bersama di rumah bersama ini dalam damai dan kerukunan," kata Dada, yang turut berjalan kaki mengikuti parade akbar tersebut.

 

Lanjut Dada, hadirnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Eka Pangestu diharapkan makin membuat Bandung makin kreatif.

(abe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini