nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Warga Tewas Seketika, Dinkes: Bukan Penyakit Menular

Dina Dhani, Jurnalis · Senin 13 Februari 2012 17:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 02 13 340 574938 8x1N47hH5s.jpg Ilustrasi

PONTIANAK - Sebanyak enam warga Dusun Sembaduk, Desa Temahar, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, meninggal secara mendadak dalam waktu hampir bersamaan.

Sempat terjadi kepanikan warga. Bahkan, sempat muncul isu di kalangan masyarakat, kematian warga akibat terkena penyakit menular dan mematikan. Apalagi kasus tewasnya lima orang dewasa dan satu anak pada Sabtu pekan lalu itu termasuk tidak lazim.

Beruntung, aparat bersama pemerintah setempat segera turun ke lokasi dan menenangkan warga, sehingga isu tidak semakin meluas.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar telah menerjunkan tim ke lokasi untuk memeriksa seluruh jasad korban serta sisa-sisa makanan untuk dijadikan sampel.

“Hasil pemeriksaan sementara tujuh orang oleh dinas kesehatan setempat, diduga kematian keenam warga akibat keracunan makanan, bukan terkena penyakit menular,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Andy Jap kepada okezone, Senin (13/2/2012).

Andy juga meminta masyarakat agar tidak terpengaruh isu yang beredar bahwa kematian akibat virus mematikan.

“Terkait jenis racun yang terkandung di dalam makanan tersebut, untuk lebih jelasnya masih menunggu hasil pemeriksaan di laboratorium,” sambungnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar mengatakan autopsi telah dilakukan oleh dua anggota tim forensik dari RS Polri Sukanto Jakarta bersama tim forensik Polda Kalbar dan dinas kesehatan setempat.

“Namun untuk memastikan penyebab kematian warga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, tapi diperkirakan nanti malam baru dapat diumumkan,” katanya.

Mukson menambahkan, saat ini situasi di lokasi relatif kondusif, namun, pihaknya bersama tokoh masyarakat dan pemuka adat telah menjelaskan kematian keenam warga tersebut bukan karena roh jahat. “Sebab sebagian masyarakat setempat masih mempercayai hal-hal yang berbau mistik,” pungkas Mukson.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini