Kota Tua

Amelia Fitriani, Okezone · Jum'at 17 Februari 2012 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 17 504 577645 NHIY1JHwTq.jpg Seni Ondel-Ondel di Kawasan Museum Fatahillah (foto: dok okezone)

Istilah "kota tua" untuk Jakarta sendiri meliputi Sunda Kelapa, Pasar Ikan, Luar Batang, Kali Besar, Taman Fatahillah dan Glodok. Wilayah yang memiliki luas sekitar 139 hektare ini sejak abad ke-14 menjadi cikal bakal pertumbuhan kota Jakarta. Pada tahun 1527, wilayah yang berpusat di Sunda Kalapa ini direbut oleh Fatahillah dan mengganti namanya menjadi Jayakarta.

Namun pada tahun 1620, Belanda berhasil merebut kota ini dan mengganti namanya menjadi Batavia, serta di kota inilah dijadikan tempat pusat pemerintahan Hindia Belanda.

Sejumlah gedung dan bangunan didirikan oleh Belanda di tempat ini seperti Stadhuis (gedung balai kota), sebuah perusahaan Belanda yang bernama Van Vleuten & Cox, Amsterdam Poort (pintu gerbang masuk di sebelah selatan kastil), Westzijde Pakhuizen (gudang VOC), dan berbagai fasilitas penghubung sungai telah dibangun di tempat ini. Pada abad ke-18 kota ini berkembang ke arah selatan sampai daerah taman Fatahillah dan Glodok sekarang.

Sebagai kota tua, kawasan yang berada di utara Jakarta ini banyak menuinggalkan sejarah masa lalu berupa bangunan-bangunan kuno berarsitektur Eropa dan Cina abad-17 hingga abad-20. Kota tua ini ditetapkan sebagai daerah pemugaran dengan Surat Keputusan Gubernur Dki Jakarta Nomor D.III-b/II/4/54/1973.

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini