nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyebab Tabrakan KA 4 Tewas di Sumsel Masih Diselidiki

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 20 Februari 2012 09:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 02 20 340 578673 0hLvLMPzTb.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

PALEMBANG - Empat orang tewas dalam tabrakan kereta api batu bara rangkaian panujang (Babaranjang) di Simpang Penimur-Niru, sekira 20 menit dari Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Minggu kemarin. Empat korban merupakan kru dari kedua kereta.

Kereta api Babaranjang, BBR 36, yang disewa PT Batu Bara Bukit Asam bertabrakan dengan Kereta Api Suka Cinta II yang membawa muatan batu bara dari Lahat menuju Dermaga Kertapati, Palembang.

Tak hanya menyebabkan empat korban tewas seketika karena terjepit, kejadian tragis tersebut membuat lalu lintas kereta api yang melewati Prabumulih-Muaraenim tertahan hingga 12 jam.

Dua korban tewas merupakan kru kereta KA SCT dengan Nomor Log CC 201 99 11 dari Lahat tujuan Kertapati hancur dan terguling sampai masuk jurang. Korban adalah Suhadi, masinis kereta dan Sajidin (52), asisten masinis. Sedangkan Novi Efrizal (35) yang bertugas sebagai pelayan kereta api selamat karena berada di kepala belakangan rangkaian kereta 15 gerbong yang mengangkut batu bara ini.

Sementara dua korban lainnya, Jaswir Zakaria (35), masinis dan Ranggi (20), asisten masinis dari kereta KA BR 36 dengan Nomor Log CC 202 201 00 01 dari Baturaja tujuan Tanjung Enim. Sedangkan Andi Irawan (22), berhasil selamat karena berada dirangkaian kedua yang menarik 44 gerbong batu bara ini. Dari tabrakan tersebut, satu gerbong dari kereta KA BR 36 dengan Nomor Log CC 202 201 00 01 dari Baturaja tujuan Tanjung Enim hancur dan gosong terbakar api.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Sumsel, Jaka Jarkasih, mengaku belum diketahui penyebab pasti kecelakaan.

Tim dari Safety Health and Environment (SHE) yang bertugas menangani masalah keselamatan sudah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebabnya.

“Sampai saat ini kita masih menunggu hasil investigasi dari SHE. Kita belum bisa sebutkan penyebabnya karena masih harus diperiksa dulu,” ujarnya Minggu malam.

Jaka menuturkan, kecelakaan tragis terjadi saat Kereta Api BBR 36 yang dikemudikan korban Jaswir berangkat dari Stasiun Kecil Penimur.

Pada saat bersamaan dari arah berlawanan Kereta Api Suka Cinta II dari Stasiun Kecil Niru meluncur hingga terjadi kecelakaan. Diduga benturan yang terjadi cukup keras menyebabkan kedua kereta terguling ke sisi jalan sehingga menyebabkan empat kru terjepit di antara badan kereta.

Kepala Stasiun Kereta Api Prabumulih, Nafrizal, mengungkapkan akibat tabrakan ini keberangkatan kereta api penumpang terpaksa dibatalkan. “Memang untuk keberangkatan penumpang KA tujuan Lubuklinggau terpaksa kita batalkan dulu,” tuturnya.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini