Sindonews.com - Sebanyak 15.800 balita atau sekitar 7,9 persen dari 20.000 total balita di Kabupaten Sukabumi mengalami kurang gizi. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya pengetahuan orang tua serta pola asuh ibu yang buruk.
Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi Dani Sujata mengatakan, dari 7,9 persen balita, sebanyak 7 persen merupakan balita gizi kurang dan sisanya,sekitar 0,9 persen adalah balita yang sangat kurang gizi.
“Tidak sedikit orang tua menyerahkan pengasuhan anak kepadaoranglain. Inimerupakanpola asuhyangtidaktepat, ”jelas Dani kepada wartawan kemarin.
Di samping pola asuh, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif juga tidak berjalan maksimal sehingga perkembangan kesehatan balita cenderung menurun. Faktor lainnya yang mempengaruhi kesehatan balita adalah ekonomi orang tua.
Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinkes Kabupaten Sukabumi Ujang Zulkifli mengatakan, jumlah balita kurang gizi pada 2012 lebih rendah dibanding data pada 2009, di mana angka balita sangat kurang gizi mencapai 1,67 persen.(lin)
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.