Polisi Salah Tembak Ditahan di Mapolres Purworejo

Hartoyo, Sindo TV · Selasa 28 Februari 2012 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 28 340 584039 J67Nrkop6f.jpg Ilustrasi (thebeardedmen.blogspot.com)

PURWOREJO - Kapolres Purworejo AKBP Muhammad Taslim mengakui anak buahnya, Brigadir RW, menyalahi prosedur saat mencari seorang DPO kasus pencurian berat pada Minggu 26 Februari malam. Akibatnya SH (35), warga Desa Jerakah, Kecamatan Bayan, tewas.

Taslim, Selasa (28/2/2012), mengungkapkan Brigadir RW kini masih diperiksa Provost Polres Purworejo.

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 21.00 WIB saat dua anggota polisi Polsek Bayan datang ke rumah korban. Seorang anggota masuk ke rumah sementara satu lainnya menunggu di luar.

Saat korban keluar, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata dari luar. Korban langsung tergeletak di pelataran rumahnya bersimbah darah. Korban menderita luka tembak di leher tembus ke belakang.

Polisi seharusnya menangkap Sl, kakak korban, seorang DPO kasus pencurian berat.

Terkait kasus ini, Taslim mengaku sudah menginstruksikan jajarannya untuk lebih berhati-hati dalam bertindak.

Sementara itu istri korban masih syok berat setelah kepergian suaminya. Bahkan dua hari pascapenembakan anak korban, Reza Safitri (5), belum mengetahui ayahnya sudah meninggal. Keluarga sengaja menyembunyikan kematian ayahnya.

Pantauan di rumah duka, gadis kecil itu masih menampakkan keceriaan dan tidak menyadari bahwa orang yang berdatangan ke rumahnya untuk melayat ayahnya yang meninggal.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini