nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Partai Nasdem Deklarasikan Badan Advokasi Hukum

K. Yudha Wirakusuma, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2012 18:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2012 03 01 339 585553 zteegxOiss.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Partai Nasdem mendeklarasikan badan advokasi hukum partai, yang akan tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Hal tersebut guna membantu mayarakat yang kurang mampu dalam menghadapi proses hukum.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, di Jakarta. "Badan ini dibentuk untuk membantu memperbaiki kondisi penegakan hukum yang ada dengan membantu memberikan pendampingan kepada rakyat yang lemah. Partai Nasdem tidak dihadirkan untuk membangun tradisi politik yang tidak mempedulikan rakyat," kata Patrice, Kamis (1/3/2012).

 

Dia meminta agar Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai Nasdem bisa menjaga republik ini dari kemerosotan moral dan budaya sesuai dengan cita-cita Partai Nasdem yang ingin melakukan gerakan perubahan.

 

"Partai ini bukan tempat bagi para politisi cengeng dan kadar kebangsaannya hanya sebatas retorika. Kalian (kader) dituntut untuk bekerja dibandingkan berdebat dan mengeluh. Kalau kader melakukan hal tersebut, maka rakyat tidak akan percaya," imbuhnya.

 

Pelantikan pengurus DPP BAHU yang diketuai Effendi Syahputra dan Adi Dharma Wicaksono (sekretaris) dihadiri oleh Sekjen Achmad Rofiq dan Ketua Umum Ormas Nasional Demokrat, Surya Paloh.  Organisasi sayap Partai Nasdem ini bertekad menegakkan hukum dan mewujudkan restorasi di Indonesia.

 

Dalam manifestonya, BAHU bermakna sebagai penangung beban yang berat, yakni dengan menyediakan diri untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat yang tertindas dan lemah hak dan martabatnya.

 

Dalam kesempatan yang sama Ketua DPP BAHU, Effendi Syahputra mengatakan bahwa BAHU berkeyakinan bahwa sebuah keadilan tidak akan terwujud hanya dengan menunggu niat baik yang jatuh dari langit, juga tidak akan terwujud dengan mengemis kepada kekuasaan. Sebab, keadilan akan tegak berdiri jika diperjuangkan dengan keringat dan tangan sendiri.

 

"Setelah melakukana deklarasi dan pelantikan, pihaknya segera membentuk kepengurusan BAHU di tingkat provinsi, seperti Aceh dan Sumatera Utara," ucapnya.

 

Ia mengatakan, saat ini hukum tidak lagi menjadi panglima terhadap masyarakat lemah, bahkan hukum tidak berdaya ketika berhadapan dengan kekuasaan. "Negara sejatinya menjadi pelindung bagi rakyatnya. Kami siap memberikan pendampingan kepada masyarakat yang lemah. Advokat harus mendedikasikan diri kepada kaum yang lemah. Kami juga sepakat akan cita-cita restorasi, politik yang mengusung gerakan perubahan. Hal ini dilakukan untuk memulihkan, memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk restorasi konstitusi," ucap Effendi.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini