nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

13 Rumah di Kabupaten Bulukumba Terkena Abrasi

Syamsir, Jurnalis · Sabtu 10 Maret 2012 18:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2012 03 10 340 590743

BULUKUMBA-Sekira 13 rumah warga di Kelurahan Ela-ela, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, yang tinggal di pesisir pantai terkena abrasi. Bahkan, dari 13 rumah yang terandam dua diantaranya terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangga.

"Kejadian ini hampir tiap tahun terjadi. Rumah warga yang berada di pesisir pantai pasti terkena abrasi. Sebab, ketinggian ombak sekarang yang sudah mencapai tiga meter," jelas Pasi, warga Ela-ela Bulukumba, Sabtu (10/3/2012).

Pasi mengatakan, karena hempasan gelombang yang berasal dari hembusan angin mengakibatkan warga harus mengungsi.

   

Masyarakat Ela-ela yang tinggal di Pesisir pantai, kata Pasi, sangat mengharapkan perhatian dari Pemkab Bulukumba melalui dinas terkait agar dapat membangunkan tanggul penahan ombak untuk mencegah semakin parahnya abrasi pada tahun kedepan.

  

Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Bulukumba Andi Baso Maskur saat dikonfirmasi membenarkan tentang adanya abrasi yang terkena beberapa rumah di kelurahan Ela-ela. Baso mengaku, pihaknya sudah mengusulkan pembangunan tanggul melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sejak 2009 lalu. Hanya saja, hingga sakarang usulan anggaran tersebut belum terealisasi.

   

"Memang harus ada pembangunan tanggul penahan ombak. Sebab, jika tidak setiap tahun akan seperti ini, kasian masyarakat. Panjang tanggul yang harus dibangun paling sekitar 1,5 kilometer. Anggaran yang dibutuhkan berkisar Rp14 miliar lebih. Kalau ini sudah teralisasi, tidak ada lagi masalah bagi warga yang tinggal di pesisir pantai," ungka Baso.

   

Baso mengaku, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempertanyakan anggaran yang pernah diusulkan sebelumnya.

"Kami usahakan dalam waktu dekat sudah ada jawaban dari pusat soal anggarannya. Sebab, ini sudah mendesak dibangun karena mengancam pemukiman warga pesisir," jelasnya.

   

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Bantuan Kesejahteraan Soaial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bulukumba Nawalinng mengaku, pihaknya akan memberikan bantuan tanggap darurat berupa sembako. Sebab, untuk saat ini, baru semboka yang bisa diberikan. Namun, tetap akan diupayakan bantuan lainnya.

"Kami juga akan mengusulkan bantuan lain ke Provinsi Sulsel. Namun, kami harus koordinasi dulu dengan Pak Kadis," jelas Nawaling.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini