nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Isu Warga Tewas karena Flu Babi di Papua Dibantah Dinkes

Nurlina Umasugi, Okezone · Rabu 14 Maret 2012 15:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 03 14 340 593071 lbjF4kjQFj.jpg Ilustrasi (altermedia.info)

JAYAPURA - Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengklaim tidak ada kasus H1N1 atau flu babi di Kampung Yiwika, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Papua, hingga menyebabkan kematian warga pada periode Desember 2011 hingga Januari 2012.

“Tidak ada kasus H1N1 di Jayawijaya, kami juga sampai saat ini belum menerima laporan dari Dinas Kesehatan di Jayawijaya. Kasus ini juga kami baru tahu dari media,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Josef Rinta, saat dikonfirmasi okezone, Rabu (14/3/2012).

Menurut Josef, jika memang kasus tersebut ada maka dinas kesehatan pasti akan menerima laporan tersebut. Namun sejauh ini belum ada laporan baik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya maupun warga setempat.

Sebelumnya Kepala Kampung Yiwika, Samuel Mabel, mengatakan pada Desember 2011 hingga Januari 2012, sedikitnya dua sampai tiga warga di Kampung Kurulu tewas akibat terjangkit virus H1N1.

Flu babi disebabkan oleh virus influensa type "A" dengan subtipe H1N1. Virus ini ditularkan melalui binatang, terutama babi. Cara penularan flu babi melalui udara, namun virus dapat pula ditularkan melalui kontak langsung dengan para penderitanya.

Sampai saat ini belum ada vaksin yang ampuh untuk mencegahnya. Obat antiviral yang masih efektif untuk pengobatan adalah oseltamifir (Tamiflu), dengan catatan segera mendapatkan pengobatan setelah merasa sakit flu.

“Tidak ada laporan kematian warga akibat virus H1N1. Bantuan, khususnya ternak, terlebih dulu kami sterilkan dan pemeriksa kesehatan ternak-ternak tersebut. Jadi bisa dipastikan bantuan yang diberikan itu bebas dari virus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Agustinus Aronggear.

Sementara itu, pihak aparat Distrik Kurulu mengaku kematian warga pada Januari lalu diakibatkan pola hidup yang tidak sehat serta minimnya pemahaman tentang sanitasi.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini