Share

KAMMI Melihat Adanya Upaya Pemerintah 'Bungkam' Penolakan

Margaret Puspitarini, Okezone · Sabtu 17 Maret 2012 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 17 373 595065 FSBIHNb3Bc.jpg Ilustrasi : Corbis

JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak yang rencananya akan dilakukan awal April 2012, mendapat tentangan dari banyak pihak, terutama mahasiswa. Salah satunya datang dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Untuk itu, KAMMI menyatakan sikap terkait adanya kebijakan tersebut. Mereka menyatakan, berbagai aksi yang dilaksanakan segenap kelompok masyarakat terhadap kebijakan ini disadari pemerintah. Maka, dua hari terakhir, kata mereka, ada upaya pembusukan gerakan penolakan tersebut oleh pemerintah.

Mereka menyebutkan, seperti yang terjadi pada Kamis 15 Maret 2012. Pemerintah melalui Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh, serta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Joko Suyanto, mengumpulkan lalu menceramahi rektor berbagai universitas agar mendukung kenaikan BBM.

"Pemerintah menyadari jika penolakan paling keras datang dari kampus, dari kalangan mahasiswa, dan akademisi atau pengamat. Melalui rektor, pemerintah berupaya mengkooptasi perlawanan tersebut. Sebagai orang-orang terdidik bergelar professor, kami berharap rektor se-Indonesia tidak begitu saja mau didikte oleh pemerintah yang dzalim kepada rakyatnya," ujar KAMMI dalam siaran pers yang diterima okezone, Sabtu (17/3/2012).

Mereka pun menilai, program wisata atau plesiran ke China besutan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) merupakan salah satu bentuk pembungkaman aksi kaum muda. Program yang ditujukan bagi 200 aktivis pemuda atau mahasiswa se-Nusantara ini dilaksanakan bertepatan menjelang kenaikan BBM.

"Bagi kami, inilah bentuk pembungkaman secara halus agar daya kritis kawan-kawan hilang. KAMMI juga mendapat tawaran, tapi secara tegas kami tolak karena membaca adanya upaya kooptasi tadi," tutur mereka.

Oleh karena itu, lanjutnya, mereka menghimbau secara moral kepada kawan-kawan aktivis agar tidak termakan muslihat penguasa. "Kita harus tetap menjaga soliditas gerakan dan mengemban amanah mengawa kepentingan rakyat," ujar mereka.

Selain mahasiswa, KAMMI melihat adanya upaya pembungkaman terhadap media massa. Salah satunya, pada acara diskusi kenaikan BBM di sebuah stasiun TV, narasumber yang diunang hanya berasal dari pihak yang pro kenaikan BBM tanpa menghadirkan pihak yang kontra.

"Ini kan betuk pembodohan kepada rakyat. Media tersebut menjadi tidak edukatif dan tidak objektif karena hanya melihat dari satu sisi. Maka, kami berharap semua elemen tetap solid dengan keyakinan berdasarkan hasil kajian ilmiah untuk menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM," kata mereka.(mrg)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini