Share

Rektor-Rektor Bantah Terima Hadiah Wisata

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Selasa 20 Maret 2012 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 20 373 596476 SBuEu2O2QT.jpg Image: corbis.com

JAKARTA - Kabar pemberian hadiah berupa paket wisata kepada para rektor di Tanah Air masih menjadi bola panas.

Salah satu rektor yang disebut-sebut sebagai penerima hadiah paket wisata adalah Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan. Anies yang saat ini sedang berada di Amerika Serikat membantah tuduhan tersebut.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menurut Anies, ketika pertemuan antara Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, dengan para rektor di seluruh Indonesia untuk membahas berbagai masalah ekonomi di Indonesia, 15 Maret lalu, dia sudah berada di Washington DC untuk mengikuti konferensi USINDO yang dihadiri oleh Duta Besar RI untuk AS Dino Patti Jalal.

Anies bahkan sudah tidak ada di Tanah Air sejak 11 Maret lalu. Dia diundang menjadi panelis di sebuah konferensi yang digelar British Council di London, 12-14 Maret lalu.

"Saya tidak terima undangan dan tidak hadir. Masalah ini baru dengar justru saat terima SMS-SMS dari teman-teman wartawan. Yang pasti saya tidak pernah terima tawaran seperti itu, dan tidak akan pernah mau terima tawaran seperti itu," kata Anies dalam surat elektroniknya kepada okezone, Selasa (20/3/2012).

Hingga 16 Maret, Anies masih berada di Amerika untuk memenuhi undangan sebagai pembicara di Workshop Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) di University of Maryland.

Tidak hanya kepada rektor, hadiah paket wisata juga diduga dialamatkan kepada para badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan organisasi kemahasiswaan lainnya di Tanah Air. Anies berpendapat, cara-cara pemberian hadiah tersebut tidak sesuai dengan semangat demokrasi. 

"Menurut saya, di era demokrasi seperti ini, rektor tidak sepatutnya mencegah mahasiswanya berunjuk rasa dan mengungkapkan aspirasi di hadapan publik," Anies menegaskan.

Nama lain yang juga disebut sebagai penerima paket wisata senilai Rp300 juta itu adalah Rektor Universitas Nasional (unas) El Amry Bermawi. El Amry, melalui Kadiv UPT Humas Unas Dian Metha menegaskan, kabar tersebut sama sekali tidak benar.

"Saya tidak pernah ketemu atau diundang oleh yang mereka maksud," Metha mengutip pesan singkat El Amry kepada okezone, Selasa (20/3/2012).

Senada dengan kedua rektor tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Masyitoh dengan tegas membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. 

"Kami di UMJ tidak pernah menerima hadiah yang dimaksud. Tapi saya sendiri tidak tahu bagaimana kondisinya di kampus lain," ujar Masyitoh tegas.

Dia mengimbuhkan, pihaknya dengan tangan terbuka akan menerima bantuan yang tidak mengikat. "Tetapi, kami tidak akan menerima bantuan yang mengikat seperti ini," ujarnya menandaskan.

Pembagian paket wisata tersebut diberikan seusai pertemuan di Kemendikbud Kamis 15 Maret lalu. Disebut-sebut Kemenko Perekonomian Hatta Rajasa bekerja sama dengan salah satu agen travel. Dari kerja sama itu telah siapkan 60 paket wisata keluarga, masing-masing senilai Rp300 juta.

Untuk di Jakarta, ada 12 rektor yang diduga menerima paket wisata. Sementara di wilayah Jawa Barat, paket wisata diberikan kepada 12 rektor, Jogjakarta enam rektor, Jawa Tengah enam rektor, Jawa Timur delapan rektor, dan sisanya dibagi untuk beberapa provinsi lainnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini