Share

Isu Paket Wisata Cemarkan Citra Rektor

Margaret Puspitarini, Okezone · Selasa 20 Maret 2012 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 20 373 596613 rIfgvBjNPU.jpg Rektor UMJ Masyitoh (Foto: dok. UMJ)
JAKARTA - Disebut sebagai salah satu rektor yang menerima 'paket wisata' dari Kemenko Perekonomian, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Masyitoh pun angkat bicara.

Masyitoh mengungkapkan, isu yang telah tersebar luas itu sama sekali tidak benar. Dia menegaskan, dirinya tidak menerima bentuk suap apapun untuk membungkam aksi mahasiswanya terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Tidak benar. Saya tidak pernah menerima apa-apa. Sejak kabar ini beredar, saya selalu dihubungi oleh media dan kawan-kawan rektor lainnya untuk konfirmasi, termasuk dari pengurus Muhammadiyah," kata Masyitoh kepada okezone ketika dihubungi melalui telepon, Selasa (20/3/2012).

Menurut Masyitoh, isu tersebut merupakan fitnah dan merugikan citra UMJ, terutama dirinya selaku rektor. "Jelas merugikan saya sebagai rektor karena seolah-olah saya mau disuap untuk membungkam mahasiswa agar tidak melakukan demonstrasi," ujarnya.

Kabar burung ini, lanjutnya, sudah diterima sejak akhir pekan lalu melalui pesan singkat yang dikirimkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin. Kaget menerima pesan singkat tersebut, dia segera berkomunikasi dengan para rektor lainnya dan berupaya melakukan klarifikasi.

"Seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) harus taat terhadap pimpinan Muhammadiyah. Maka, saya pun mencoba melakukan klarifikasi lewat wakil rektor III UMJ mengenai isu ini. Alhamdulillah, jika Pak Hatta (Hatta Rajasa, Menko Perekonomian) sudah melakukan konfirmasi mengenai isu tersebut," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar isu jika Kemenko memberikan 'paket wisata' senilai Rp300 juta per rektor bagi rektor se-Indonesia. Pemberian paket wisata ini ditengarai untuk membungkam aksi para mahasiswa di masing-masing universitas mengenai kenaikan BBM yang dijadwalkan akan naik pada 1 April mendatang.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini