Image

Demo Tolak BBM, Massa Obrak Abrik Gedung DPD Sulbar

Herman Mochtar, Jurnalis · Rabu, 28 Maret 2012 - 12:20 WIB
Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin (Foto: Herman M/Koran SI) Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin (Foto: Herman M/Koran SI)

MAMUJU- Aksi demo penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM oleh mahasiswa berlangsung anarkisitis. Mereka merusak hampir semua fasilitas di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) perwakilan Sulbar di kawasan Mesjid Raya Syuhada Mamuju.

Pengerusakan itu dilakukan sekira pukul 10.00 WITA. Awalnya massa berkumpul dan bergerak dari perempatan Ahmad Kirang menuju perempatan simboro. Lokasi ini merupakan pintu masuk menuju kota Mamuju.

Ketika puluhan massa dengan berbagai bendera organisasi itu melewati kantor DPD, tiba-tiba sebagian anggotanya berbelok dan melempari kantor tersebut.

Aksi itu kemudian diikuti oleh semua massa. Mereka merangsek masuk ke dalam kantor. Empat foto anggota DPD RI Dapil Sulbar dilepas dan diinjak-injak. Papan kantor pun mereka bakar.

Keempat foto itu adalah Asri Anas, Mulyana Isham, Sibly Sahabuddin dan Iskandar Muda Baharuddin Lopa. Mereka juga mengobrak-abrik meja staf. Hingga nyaris melukai seorang staf, Ernawati, yang pagi itu berada di kantor.

Puluhan aparat dari Polres Mamuju yang berjaga di kantor itu tidak dapat berbuat banyak menghadapi aksi spontan itu. Mereka hanya mencegah terjadi kerusakan yang lebih parah.

Sekira 30 menit kemudian, massa bergerak ke perempatan Simboro. Di sini sudah banyak aparat yang berjaga-jaga, termasuk menjaga SPBU yang berada tepat diujung perempatan.

Sementara beberapa Korlap berorasi, sebagian massa seperti melakukan sweeping terhadap sejumlah kendaraan plat merah. Dan tiba-tiba dari arah Rangas atau Kantor Gubernur. Sulbar, nampak mobil dinas DC 6 yang ditumpangi Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin.

Sontak massa menghadangnya dan meminta Ismail turun dari mobil. Dalam kondisi seperti itu, Sekprov yang baru dilantik pada hari Senin 26 Maret itu didesak membacakan pernyataan sikap menolak kenaikkan BBM.

Awalnya Ismail menolak, namun tetap didesak. Atas saran Kapolres Mamuju, AKBP Darwis Rincing, yang berada dilokasi, Ismail pun membacakan pernyataan itu.

Pada aksi ini seorang ibu hamil sempat tertahan dan histeris. Namun massa berinisiatif untuk meloloskannya dan membuka jalan yang tertutup.

Aksi ini berlangsung sekira pukul 11.00 WITA dan tepat tengah hari di bawah guyuran hujan, massa membubarkan diri. Mereka menegaskan bahwa besok, masih akan kembali menggelar aksi serupa dengan massa lebih besar.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming