Share

ITS Undang Pakar Sinergikan Industri, Akademisi, & Pemerintah

Margaret Puspitarini, Okezone · Sabtu 31 Maret 2012 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 31 373 603233 R3qVlUTkgp.jpg Ilustrasi : ITS

JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar Kuliah Kebangsaan Bung Karno. Dengan mengusung tema Membangun Kemandirian Teknologi Energi, acara ini merupakan bentuk respons ITS dalam menghadapi kelangkaan energi.

Digelar untuk umum, acara ini sekaligus menyatukan tiga komponen pokok penggerak kemajuan teknologi, yakni pemerintah, akademisi, serta industri.

Sebagai salah satu institusi teknik terbesar di Indonesia, ITS turut tertantang untuk lebih meningkatkan riset agar menemukan energi terbarukan. ''Oleh karena itu, mari kita (civitas akademika ITS) berkonsentrasi untuk riset di sektor energi,'' kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS,  Darminto seperti dikutip dari ITS online, Sabtu (31/3/2012).

Pada dasarnya, perguruan tinggi hanya bertugas untuk melakukan riset dan membuat sebuah prototipe. Selebihnya, pemerintah maupun industri yang nantinya mengkomersilkan hasil karya tersebut.

Untuk mencapai cita-cita kemandirian teknologi Indonesia yang dinamakan triple helix, pemerintah, akademisi dan industri harus berjalan bersama-sama. Darminto berharap, Kuliah Bung Karno dapat menjadi salah satu jembatan agar tiga komponen tersebut agar dapat bersinergi.

Untuk itu, ITS mendapuk Manteri BUMN Dahlan Iskan sebagai pembicara. Kehadiran mantan Direktur Utama PLN ini diharapkan dapat memompa semangat para mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaannya. Selain itu, Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Kusnayanto Kardiman juga turut diundang sebagai pembicara.

Dalam kesempatan itu, civitas akademika ITS juga memanfaatkan kehadiran para stakeholder kemajuan teknologi untuk memamerkan hasil karya mereka. Di antaranya,  hasil riset sains, studi pemukiman dan lingkungan hidup, hasil studi potensi daerah dan pemberdayaan masyarakat, energi, teknologi informasi, serta robotika.

Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (PR I) Herman Sasongko mengungkapkan, hasil karya yang dipamerkan berupa prototipe riset yang selama ini dikembangkan oleh ITS. Prototipe dihadirkan dengan harapan dapat menyakinkan masyarakat bahwa hasil riset tersebut dapat diterapkan. ''Pemerintah maupun perusahaan harus melihat prototipe itu dulu sebelum melangkah ke tahap komersialisasi,'' ujar Herman.(mrg)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini