Share

Cari Solusi Kemiskinan, Anak Undip Lolos Kompetisi Dunia

Margaret Puspitarini, Okezone · Minggu 01 April 2012 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 31 373 603372 Y9OL1hxFFv.jpg Ilustrasi : ist.

JAKARTA - Putra-putri Universitas Diponegoro (Undip) Semarang kembali menorehkan prestasi. Pasalnya keempat mahasiswa ini berhasil lolos menuju babak final regional kompetisi bisnis di level internasional.

Adalah Ana Zussiva, Fika Nurmala, Muhamad Zainudin, dan Paramitha Susilo Budi Utari. Keempatnya berasal dari jurusan yang sama, yakni Teknik Kimia, Fakultas Teknik Undip. Mereka berhasil melaju ke babak Regional Final kompetisi bisnis internasional Hult Global Case Challenge (HGCC) di Shanghai, China

Ajang besutan Hult International Business School ini bertujuan mencari ide dan solusi terhadap masalah global yang difokuskan dalam usaha pemutusan rantai kemiskinan. Pemecahan mata rantai kemiskinan ini dilakukan melalui tiga bidang yaitu Edukasi, Housing, dan Energy karena merupakan kebutuhan vital penduduk dunia.

Paramitha Susilo Budi Utari pun berbagi pengalamannya selama di Shanghai pada Februari lalu. Mita, begitu dia biasa disapa mengatakan, pada kompetisi di Shanghai, Regional Finalist diharuskan untuk memberikan inovasi bagi NGO partner mereka.

"Inovasi itu tentang penyediaan rumah murah, energi murah, dan edukasi yang terjangkau dalam skala bisnis. Ketiga NGO tersebut adalah Habitat For Humanity, Solar Aid -Sunny Money, dan One Laptop per Child,” ujar Mita seperti dikutip dari laman Undip, Minggu (1/4/2012).

Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, lanjutnya, para peserta mendapatkan kesempatan sharing dan case introducing dari masing-masing NGO, serta ajang berkenalan dengan peserta dari berbagai negara lainnya. Tidak hanya itu, peserta juga dapat berbagi pengalaman dengan para juri yang nantinya akan menilai presentasi dari solusi yang akan disampaikan keesokan harinya.

"Di hari kedua, masing-masing tim diberikan private room dan campus ambassador untuk Cracking Case selama enam jam sebelum mempresentasikan solusinya selama 12 menit di hadapan juri bertaraf internasional (International World Class Judges)," katanya menambahkan.

Anna Zussiva, sang ketua tim, menyebutkan, pada babak Housing Track Challenge mereka diberikan tantangan menyusun strategi bisnis untuk penyediaan rumah yang murah demi mencapai tujuan NGO mereka, yaitu Habitat For Humanity. Sesuai goal yang diusung NGO tersebut, yakni ‘Provide 10 millions housing for 50 millions people in 10 years!’ tiap tim mendapatkan waktu kami menawarkan bisnis rumah dengan inovasi material  yang murah.

“Pada malam puncak Regional Final, berdasarkan penilaian dari tim juri, seluruh tim dari Indonesia yang berkompetisi di hari itu belum ada yang berhasil lolos ke babak selanjutnya,” ujar Anna.

Meski tidak dapat melaju ke babak selanjutnya, Anna merasa bangga atas pencapaian yang telah diraihnya. “Dalam setiap kompetisi pasti ada yang menjadi pemenang dan ada yang kalah. Meski demikian, bagi kami, maju sebagai delegasi yang membawa nama baik Indonesia, Jawa Tengah dan khususnya Uundip adalah suatu kebanggaan tersendiri," tuturnya.

Dia menyebutkan, mendapat berbagai pengalaman bermanfaat dari kompetisi tersebut. "Bertemu dan menjalin relasi dengan orang-orang dari seluruh dunia, pengalaman mengemukakan pendapat, dan menyampaikan solusi di hadapan juri yang berasal dari berbagai negara akan menjadi bekal bagi kami untuk menorehkan prestasi yang lebih tinggi lagi,” katanya menambahkan.

Ide dan solusi yang terpilih sebagai pemenang pada kompetisi ini akan diimplementasikan dengan dana total USD1 juta atau sekira Rp9,1 miliar (Rp9.145 per USD). HGCC merupakan suatu ajang kompetisi tahunan yang memiliki tiga tahapan, yaitu pendaftaran online, regional Final, dan Grand Final.

HGCC 2012 diikuti oleh ribuan mahasiswa di lebih dari 100 negara dan universitas ternama seperti Harvard Business School, MIT Sloan, UCLA, Cambridge University, Stanford University, dan Hult International Bussiness School.(mrg)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini