nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKS Ogah Ngemis ke SBY

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Rabu 04 April 2012 15:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 04 04 339 605633 abquRhZfUS.jpg ilustrasi (Foto:Ist)

JAKARTA- Posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang berada di ujung tanduk. Sikap PKS yang beseberangan saat rapat paripurna pembahasan RUU APBN-P beberapa waktu lalu berbuah sanksi. Partai peraih 7,8 persen suara di Pemilu 2009 itu dikabarkan akan dikeluarkan dari Sekertariat Gabungan (Setgab) Koalisi.

Kendati demikian, menurutĀ  politikus PKS Mardani Ali Sera mengatakan, partainya tidak akan mengemis kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tak dikeluarkan dari Setgab.

Anggota Komisi VII DPR RI itu menegaskan gonjang-ganjing politik di koalisi bukan diangkat oleh partainya. "Kami hanya menyampaikan bahwa kami menolak kenaikan BBM di Paripurna. PKS tidak akan mengemis dan meratap semua kami serahkan kepada presiden," katanya, Rabu (4/4/2012).

Ketika ditanyakan apa rencana jika benar dikeluarkan dari koalisi, Mardhani mengatakan semua diserahkan pada Majelis Syuro. "Langkah selanjutnya kami serahkan ke Majelis Syuro. Kemenangan PKS bukan di dalam maupun di luar (koalisi), tapi karena keberhasilan kinerja PKS sendiri," pungkasnya.

Selain itu Mardani mengatakan urusan koalisi bukan urusan langsung PKS, melainkan urusan SBY kepada Majelis Dewan Syuro PKS. "Pertama kalau masalah koalisi jalurnya selalu Pak SBY kepada Dewan Syuro. Jadi apapaun keputusan Ketua Majelis Syuro akan kami taati," ungkap Mardani.

Menurut Mardani, yang paling utama untuk PKS adalah melayani kepentingan publik. Bekerja untuk rakyat. Itu bisa dilihat dari sikap pada kasus Bank Century yang berbeda, kemudan mafia pajak juga berbeda. Tujuannya adalah agar melindungi koalisi mengambil keputusan yang benar dan itu juga yang diinginkan publik.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini