Share

Pemda Diminta Pakai RSP Kanker Unhas

Selasa 10 April 2012 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 10 373 608605 gFUJ4QCdtr.jpg Ilustrasi: ist.

MAKASSAR – Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Sulsel diimbau untuk memanfaatkan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) pusat kanker dan trauma Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk peningkatan taraf dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sekretaris Komisi E DPRD Sulsel Jafar Sodding berharap, pemerintah daerah di Sulsel memikirkan subsidi untuk jaminan kesehatan berobat di RSP khususnya kepada warga yang tidak mampu. Mengingat RSP Unhas baru melayani keringanan berobat bagi pengguna kartu Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) Askes.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Semestinya ditindaklanjuti, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus manfaatkan fasilitas yang ada didaerah kita. Daripada harus berobat penyakit kanker keluar daerah yang tidak bisa dijangkau harganya oleh masyarakat kecil," katanya, kemarin.

Untuk itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap pemerintah daerah membangun kerja sama dengan Unhas agar masyarakat kurang mampu Sulsel yang terkena penyakit kanker dapat berobat gratis di RSP Unhas. "Karena kesehatan itu tidak ada yang gratis, harus ada yang bayar. Semestinya, ini masuk dalam program kesehatan gratis, yang biayanya ditanggung oleh pemerintah," ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rachmat Latief mengatakan kerja sama kesehatan gratis antara Pemprov Sulsel dengan RSP Unhas akan dibicarakan khusus untuk kemudian ditindaklanjuti dalam sebuah perjanjian kerja sama (PKS). Kendati demikian, Rahmat mengaku, tidak mudah melakukan kerja sama dengan RSP Unhas karena rumah sakit tersebut bukan di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetapi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Akan dibicarakan, karena semua harus ditindaklanjuti dengan PKS. Pada prinsipnya PKS itu mengatur tentang pola tarif, karena RSP di bawah Kemendikbud, bukan Kemenkes. Namun semakin banyak mitra, semakin baik," ucapnya.

Sebelumnya, Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi mengatakan, jumlah penderita penyakit kanker yang ditemukan di Sulsel terus meningkat dari tahun ke tahun yakni 1.120 kasus dari 2006-2010. Tertinggi adalah kanker panyudara, selebihnya kanker kelenjar lidah, mulut, jaringan lunak, dan kanker kulit.

Dia juga menyebut, pengidap kanker paling banyak adalah kalangan menengah ke bawah yang secara ekonomi tidak mampu membiayai operasi. Idrus juga mengklaim, biaya perawatan di RSP cenderung murah yakni hanya Rp100 ribu untuk ruang perawatan kelas III. (supyan umar/koran si)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini