Share

Untan Eksplorasi Riset di Malaysia

Dina Dhani, Okezone · Selasa 10 April 2012 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 10 373 609028 PLwEAdjfXQ.jpg Ilustrasi: ist.

PONTIANAK - Universitas Tanjungpura Pontianak, bertekad mengeksplorasi, mempromosikan, serta melakukan studi banding hasil perkembangan riset dan kreativitas mahasiswa di Universiti Malaysia Sarawak (Unimas), Malaysia Timur. Kegiatan yang akan dihelat pada 26–29 April mendatang ini dikemas dengan tajuk Science and Engineering Expedition 2012.

Ketua Dewan Pembina Kegiatan Ferry Hadari mengatakan, Science and Engineering Expedition 2012 ini merupakan ajang promosi seni budaya Indonesia di negeri tetangga. "Ini akan menjadi momentum yang tepat untuk mengenalkan kearifan lokal bangsa Indonesia di Negeri Jiran," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (10/4/2012).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menurut Ferry, Untan dan Unimas adalah dua perguruan tinggi yang telah bekerja sama dalam hal peningkatan kualitas keilmuan sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satu program yang dilakukan adalah studi banding dan pertukaran pelajar.

"Ini salah satu upaya kami untuk memperluas wawasan dan pemahaman pelajar. Tentu saja orientasinya sudah berskala internasional karena melibatkan perkembangan keilmuan di antara dua negara, yakni Indonesia dan Malaysia," papar Ferry.

Lebih lanjut Ferry menyebut, sebagai satu negara serumpun, Untan merasa terpanggil untuk terus-menerus merawat tali silaturrahmi dengan pihak Unimas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat lebih mengikat hubungan antarperguruan tinggi di dua negara.

Sementara itu Ketua Panitia Science and Engineering Expedition 2012 Andeka Kusuma mengatakan, ada 15 mahasiswa yang akan menjadi peserta dalam kegiatan tersebut. "Kami juga akan didampingi dosen dan steering committe sehingga total anggota yang akan berangkat 28 orang," katanya.

Andeka menjelaskan, ada empat poin yang akan dilakukan berkaitan dengan kegiatan dimaksud. Masing-masing melakukan studi banding dengan Unimas, mempublikasikan hasil perkembangan riset dan kreativitas mahasiswa dalam bentuk seminar, mempromosikan seni budaya Indonesia, serta melatih soft skill dan keterampilan mahasiswa.

Dia menjelaskan, saat ini wawasan keilmuan yang didasarkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan solusi permasalahan seperti krisis energi semakin dikembangkan. Dicontohkannya,  program riset dan penelitian serta pertukaran pelajar di antara beberapa negara untuk mengembangkan kemampuan berfikir senantiasa digalakkan.

Sektor riset, lanjut Andeka, adalah hal yang paling menarik untuk dikembangkan. "Berbagai bentuk kreativitas dan inovasi dalam wujud riset terstruktur, metode penelitian dan pembelajaran, produk pengolahan bahan lokal hingga kewirausahaan dapat dilakukan berbagai pihak, di antaranya perguruan tinggi seperti yang akan kita lakukan," pungkasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini