Share

Honor Pengawas UN Rp32 Miliar

Rabu 11 April 2012 09:18 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 11 373 609246 1tkMWjiQLv.jpg Ilustrasi: ist.

BANDUNG – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran Rp43 miliar untuk penyelenggaraan ujian nasional (UN) seluruh tingkat pendidikan. Dari jumlah itu, alokasi terbesar untuk honor pengawas yakni Rp32 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi mengatakan, pihaknya hanya mengelola biaya honor pengawas guru di tingkat SMP dan SMA dengan anggaran Rp32 miliar. Sementara honor pengawas tingkat SD di luar kewenangannya. Untuk tingkat SD, kata Wahyudin, Disdik hanya menangani masalah pencetakan soal UN.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Dari keseluruhan yang paling besar memang untuk pengawas. Kenapa jumlahnya besar? Karena peserta ujiannya juga banyak," katanya dalam konferensi pers di Gedung University Center UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah peserta UN tingkat SMA adalah 157.717 orang, SMK 199.642 orang,dan MA 40.384 orang. Sementara di tingkat SMP, peserta UN 668.386 orang dan tingkat SD 874.574 orang. Wahyudin menjelaskan, setiap pengawas akan menerima honor Rp50 ribu per mata pelajaran yang diawasinya. Apabila yang bersangkutan mengawasi lebih dari satu mata pelajaran, maka jumlahnya bertambah. Untuk proses pembayaran honor, diakui Wahyudin, dana tersebut langsung ditransfer ke daerah.

"Besaran Rp50 ribu itu tentunya tidak cukup, bahkan kurang. Apalagi guru-guru tersebut harus mengawas di sekolah yang berbeda, bukan di sekolah asalnya. Kalau lebih jauh, untuk naik taksi saja tidak cukup, jadi lebih banyak pengorbanannya," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pengawasan UN Jawa Barat Uyu Wahyudin mengatakan, untuk pengawas satuan pendidikan yang berasal dari perguruan tinggi, dana yang digunakan untuk biaya honornya Rp6,9 miliar. Meliputi biaya pengawasan hingga proses pemindaian.

"Dananya akan ditransfer untuk seluruh pengawas yang berjumlah 3.231 orang. Rinciannya, SMA/MA 1.739 orang dan SMK 1.492 orang," kata Uyu.

Untuk pelaksanaan UN 2012 di Jawa Barat, sedikitnya 26 perguruan tinggi di seluruh kabupaten/kota di Jabar dilibatkan, di antaranya UPI, ITB, Unpad, UIN, STISI, dan Kopertis. Dalam perekrutan pengawas satuan pendidikan, diakui Uyu, dilakukan jauh lebih ketat. Menurut dia, setiap pengawas harus memiliki surat keputusan (SK).

"Sehingga tidak sembarang merekrut, jangan sampai terjadi dosen luar biasa yang mengajar di sekolah malah menjadi pengawas," katanya.

Dalam pelaksanaan nanti, setiap sekolah akan diawasi oleh satu orang pengawas, tapi kalau anggarannya memungkinkan, sekolah atau lokasi ujian yang memiliki lebih dari 20 ruang ujian akan diawasi oleh dua orang pengawas. Uyu berharap, pelaksanaan UN dapat melihat pemetaan kompetensi yang riil sehingga tidak lagi semu. Karena itu, ada korelasi yang berbanding lurus antara tingkat kelulusan dan kejujuran.

"Semua masyarakat harus mendukung, mulai dari guru, orangtua siswa, dan siswanya sendiri untuk melaksanakan UN dengan jujur. Jangan ada tim sukses segala, percaya diri dan belajar yang baik untuk menghadapi UN," ucapnya. (masita ulfah/koran si)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini