Pasar Baroe

Dede Suryana, Okezone · Senin 16 April 2012 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 16 504 612284 zMR7Bc4W4H.jpg Pasar Baru (Foto: Arsip Nasional)

Passer Baroe dahulunya merupakan daerah elite lantaran letaknya tidak jauh dari kawasan Rijswijk (kini Jalan Veteran), yang dibangun pemerintah Belanda untuk orang-orang kaya di Batavia.

Passer Baroe adalah nama awal dari Pasar Baru yang dibangun pada 1820 oleh pemerintahan Belanda di Batavia. Pasar ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan warga Batavia yang hanya bergantung pada barang-barang yang dijual di pasar mingguan.

Pasar-pasar ini hanya menjual komoditas pangan, sedangkan barang-barang di luar komoditas pangan sangat sulit ditemukan.

Untuk itulah Daendels yang menjabat sebagai Gubernur Jenderal membuat pasar harian yang di dalamnya menjual barang-barang kebutuhan hidup selain pangan yang dinamakan Passer Baroe (Pasar Baru).

Bangunan yang menghiasi pertokoan di Pasar Baru adalah bangunan Eropa dan China. Ini karena pada awalnya, Pasar Baru dibangun untuk keperluan orang-orang Eropa kaya yang tinggal di Batavia. Sementara para pedagang yang berjualan di sana kebanyakan berasal dari China dan India.

Keindahan dan kebersihan kota mendapat perhatian lebih bagi masyarakat Eropa pada saat itu. Untuk membuat kota tampak bersih, maka diperlukan tata kota yang sesuai dengan kondisi wilayah dan masyarakatnya.

Untuk memenuhi keperluan itu, maka di dekat Pasar Baru dibangun sebuah kanal sebagai tempat wisata serta salah satu pusat air bersih yang ada di Batavia. Kanal itu juga digunakan sebagai tempat lomba perahu. Lomba perahu diadakan dalam rangka peringatan hari besar orang-orang China di Batavia.

Sebagai pusat perbelanjaan tertua di Jakarta, Pasar Baru dulu memiliki agenda rutin tahunan pada tanggal 22 Juni yang bertepatan dengan ulang tahun kota Jakarta diselenggarakan sebuah acara yang bernama "Festival Passer Baroe".

Namun tradisi tersebut kini telah hilang seiring dengan memudarnya pasar baru yang juga sudah mulai dilupakan orang menyusul banyaknya mal dan plaza di Jakarta.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini