Share

Enggak Pernah Dicurhatin Pak Menteri

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Sabtu 21 April 2012 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 21 417 615970 snC07RkCOS.jpg Laily M Nuh tidak pernah 'dicurhatin' sang suami (Foto: Rifa Nadia/okezone)

BIASANYA, istri adalah orang yang paling mengerti urusan suami, baik itu di kantor, maupun di rumah. Tetapi, rumus itu tidak berlaku untuk Laily Rachmawati.

Selama sekira 28 tahun membina rumah tangga dengan Mohammad Nuh, lima tahun terakhir dijalaninya dengan status istri menteri. Sejak 2007 hingga 2010, Laily menyandang status istri menteri komunikasi dan informatika (menkominfo). Status istri menteri kembali disandangnya sejak 2010 hingga sekarang sejak Nuh ditetapkan menjadi menteri pendidikan nasional (mendiknas) yang kemudian berubah nama menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud). 

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Meski bertahun-tahun menjadi istri menteri, wanita kelahiran Surabaya, 20 September 1965 itu mengaku, tidak pernah mendengar cerita sang suami tentang pekerjaannya. "Ketika di rumah, Bapak tidak membahas pekerjaan. Seringnya guyon," ujar Laily ketika ditemui Okezone di rumah dinas mendikbud, Jalan Widya Chandra III nomor 11, Jakarta, belum lama ini.

Dokter gigi ini mengaku, meski tidak menjadi tempat 'curhat' tentang pekerjaan oleh suaminya, Laily tidak berdiam diri. Dia mengetahui masalah yang sedang dihadapi sang suami melalui berbagai berita di media massa.

"Saya mencari sendiri, dan mengklipingnya. Terkadang ajudan Bapak juga mengabari setiap Bapak online di televisi," imbuhnya.

Menurut Laily, pengetahuan tentang berbagai masalah pendidikan Tanah Air ini penting mengingat statusnya sebagai pendamping mendikbud. Sedikit banyak, kata Laily, dia harus mengerti dunia yang ditekuni sang suami.

Mantan Kepala Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya ini bercerita, seringkali ketika Nuh memberikan kata sambutan di berbagai acara, dia menyimak dengan seksama apa yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

"Saya ingat-ingat materi yang Bapak sampaikan. Jadi saya bisa nyambung kalau diajak bicara tentang pendidikan," tutur Laily seraya tergelak.

Ibu satu anak ini bercerita, belajar tentang dunia pendidikan adalah hal yang penting dilakukan untuk memenuhi tugasnya sebagai pendamping seorang menteri. Terlebih, Laily juga aktif dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) sebagai koordinator pilar Indonesia Pintar.

Di perkumpulan istri menteri dan pejabat negara dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) inilah Laily 'menunaikan' tugas pendampingannya. Dia mengoordinasikan program pendirian perpustakaan, penyediaan mobil, motor, atau perahu pintar, serta menginisiasi program-program pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) di pelosok Nusantara. 

"Saya memang enggak bisa diam. Masa iya suami pergi kerja, saya diam saja di rumah? Setidaknya dengan bergabung ke SIKIB inilah saya berkiprah untuk bangsa," tuturnya seraya tersenyum. (bersambung)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini