Share

Jadi Istri Mendikbud Harus Tahan Hujatan

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Minggu 22 April 2012 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 21 417 615977 7kEFwAZwtl.jpg Jadi istri menteri, Laily Rachmawati, sabar hadapi hujatan. (Foto: Rifa Nadia/okezona)

MENJADI istri menteri dengan dua jabatan berbeda menorehkan pengalaman tersendiri bagi Laily Rachmawati. Dokter gigi ini bercerita, menjadi istri menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) jauh lebih berat ketimbang menjadi istri menteri komunikasi dan informatika (menkominfo).

Dalam perbincangan dengan Okezone di rumah dinas mendikbud, Jalan Widya Chandra III nomor  11, Jakarta, baru-baru ini, Laily bercerita, dia lebih santai ketika sang suami menjabat sebagai menkominfo. Alasannya, kata Laily, lingkup tugas menkominfo adalah menunjang operasional kementerian yang lain.

Sementara sebagai mendikbud, urusan yang ditangani sang suami, Mohammad Nuh, berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat luas. Tidak heran, urusan pendidikan ini pun lebih banyak disorot publik dan media massa.

"Ketika jadi menkominfo, Bapak jarang dihujat. Tapi sekarang Bapak sering dihujat sebagai Mendikbud. Ya saya harus siap lahir batin," ujar Laily seraya tertawa.

Laily menanggapi hal tersebut dengan santai. Sebab menurutnya, memang sudah tugas seorang istri untuk mendampingi suami, apa pun pekerjaan dan risikonya. Dia menuturkan, Ujian Nasional (UN) adalah salah satu momen ketika mendikbud banyak dihujat. Pasalnya, menurut Laily, kebijakan UN memang tidak populis.

"Bapak berprinsip, memberi masyarakat kebijakan populis memang mudah dan akan menyenangkan mereka. Tetapi, mereka tidak akan tangguh ketika harus menghadapi masalah. Selain itu, kata Bapak, jika kita tidak diuji, kita enggak akan tahu kelemahan kita di mana," ujar sulung dari lima bersaudara ini menandaskan. 

Selain tahan banting, Laily juga tidak manja menjadi istri menteri. Wanita berkerudung ini mengaku, sama seperti ibu rumah tangga lainnya. Sehari-hari dia mengurus rumah tangga, berbenah rumah, menyiapkan keperluan sang suami, hingga merawat dan mendidik putri tunggalnya, Rachma Rizqina Mardhotillah.

"Semua urusan rumah tangga saya tangani sendiri, termasuk dalam mengambil keputusan. Tetapi, untuk hal-hal yang tidak bisa saya putuskan sendiri, saya pasti berkonsultasi dengan Bapak," tuturnya.

Sifat mandiri ini juga yang ditunjukkan Laily dalam aktivitas kesehariannya. Sehari-hari, Laily bepergian seorang diri, termasuk untuk berbelanja kain ke pasar Mayestik.

Laily pun memilih bantuan seorang sekretaris ketimbang ditemani ajudan. Keberadaan sekretaris, kata Laily, membantunya dalam urusan pekerjaan di SIKIB seperti mengatur jadwal dan membuat laporan kegiatan.

"Saya bawa santai saja meski jadi istri menteri. Lagi pula, enggak banyak yang tahu saya ini istri Pak Nuh," selorohnya. (bersambung)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini