Share

Kiat Laily Menjaga Citra Mendikbud

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Minggu 22 April 2012 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 21 417 615999 wp2SMaOroF.jpg Laily Rachmawati, wanita di balik kesuksesan Mendikbud M Nuh. (Foto: Rifa Nadia/okezone)

SEPERTI umumnya seorang istri, Laily Rachmawati juga punya 'misi' khusus, menjaga citra dan nama baik sang suami. Terlebih, sang suami merupakan orang nomor satu dalam dunia pendidikan nasional.

Laily menjadi istri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh sejak 1984. Sejak itu pula dia mendampingi Nuh dalam setiap jabatan yang diembannya. Karier Nuh sendiri dimulai sebagai dosen di almamaternya, Instutut Teknologi Sepuluh November (ITS). Nuh juga pernah dipercaya menjadi direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Sebelum ditunjuk menjadi menteri komunikasi dan informatika (menkominfo) pada 2007, Nuh menjabat sebagai rektor ITS.

Perempuan berkerudung ini berkisah, sejak dahulu kegemaran utama sang suami adalah mencicipi berbagai makanan alias wisata kuliner. Kegemaran ini dia lakoni bahkan di warung-warung makanan pinggir jalan.

Menurut Laily, sejak menjadi menteri, kegemaran tersebut tidak surut. Kerap kali sang menteri ingin mencicipi berbagai penganan yang dijajakan di pinggir jalan.

"Tetapi saya sering melarang Bapak. Saya bilang, 'Enggak pantes, Pak. Biar saya yang belikan, Bapak makan di rumah.' Sebab, saya ingin menjaga citra Bapak. Padahal Bapak sih maunya ya praktis-praktis saja, enggak ribet dengan urusan seperti itu," kata Laily ketika berbincang dengan Okezone di rumah dinas mendikbud, Jalan Widya Chandra III nomor 11, Jakarta, belum lama ini.

Wanita berkerudung ini mengimbuhkan, kebiasaan merakyat itu juga terbawa setiap kali Nuh berkunjung ke daerah-daerah. Selain lebih menikmati kuliner khas daerah tersebut ketimbang makan di restoran besar, Nuh juga kerap meladeni warga yang menyapanya.

Keramahan sang suami, menurut Laily, terkadang membuatnya gemas. Dia mengilustrasikan, baru saja melangkah, ada orang yang menyapa dan pasti diladeni Nuh. Selang berapa langkah, ada yang meminta foto bersama. Beberapa langkah kemudian, warga ribut ingin bersalaman.

"Ya kadang saya pegal juga, kapan sampainya kalau begini terus?" selorohnya.

Bentuk dukungan yang diberikan Laily juga termasuk dalam menjaga penampilan sang menteri. Setiap hari Laily menyiapkan pakaian yang akan dikenakan Nuh ke kantor. Dia juga menyiapkan pakaian cadangan yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menghadiri acara tertentu, misalnya bertemu presiden di istana.

Tidak hanya itu, sebagai seorang ibu, Laily juga menyiapkan putri tunggalnya, Rachma Rizqina Mardhotillah, untuk mendamping sang bapak ketika dia berhalangan.

"Rizqi, cenderung tomboi dan malas berdandan. Tapi saya suka menyuruh dia pakai rok dan memulas make up kalau sedang mendampingi Bapak ke suatu acara untuk menggantikan saya," tutur Wanita kelahiran Surabaya, 20 September 1965 ini seraya tergelak.

Meski menyadari perannya sebagai wanita di balik kesuksesan seorang menteri, Laily mengaku tidak ambil pusing dengan status sebagai istri menteri. Dia pun menjalani berbagai kesibukan di Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) sambil mengatur rumah tangga, mendidik anak, dan meluangkan waktu menata rumah. Kegemaran sehari-harinya adalah mengoleksi berbagai berita tentang sang suami dan pernak-pernik khas dari berbagai daerah yang dikunjunginya. 

"Kalau untuk berduaan dengan Bapak, biasanya kami pergi ke Plaza Senayan rumah untuk makan," tuturnya sambil tersenyum. (tamat)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini