Share

DPRD Solo Nilai Polisi Lakukan Diskriminasi Hukum

Bramantyo, Okezone · Kamis 26 April 2012 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 26 511 619242 HJCVNWQjEK.jpg Ilustrasi

SOLO - Dugaan keterlibatan petinggi Keraton Surakarta, Sinuhun H dalam skandal seks gadis di bawah umur, mendapat tanggapan dari anggota DPRD Solo. Polisi dinilai diskriminatif atas kasus tersebut, karena belum memeriksa Sinuhun H.

Anggota DPRD Solo, Jawa tengah, Hartanti, mendesak pihak kepolisian segera melakukan pemeriksaan terhadap petinggi keraton itu. Pasalnya, keterangan dari terdakwa KR, serta korban A (14) dan F (14), sudah bisa dijadikan dasar untuk memeriksa H.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Terlepas dari A dan F itu berprofesi, namun keduannya masih di bawah umur dan juga dilindungi oleh UU Perlindungan Anak. Jadi sudah semestinya pihak Kepolisian memeriksa Sinuhun," jelas anggota Komisi IV kepada Okezone di Solo, Kamis (26/4/2012).

Hartanti mencontohkan, kasus yang dialami Syech Puji dengan menikahi gadis berusia 12 tahun bisa menjadi salah satu patokan untuk melakukan pemeriksaan terhadap Sinuhun H.

"Di mata hukum apa yang dilakukan Syech Puji tetap melanggar UU Perlindungan Anak walau gadis dibawah umur itu dinihakinya," tambanya.

Apalagi menurutnya, Sinuhun H bertindak sebagai 'pengguna' dua gadis belia itu. Dia juga meminta pihak kepolisian untuk memberi perlidungan terhadap A dan F beserta keluarga mereka. "Polisi wajib melindungi kedua anak tersebut. Agar keduannya termasuk keluarganya aman dari kemungkinan ancaman dan tekanan," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, skandal seks di bawah umur yang dilakukan Sinuhun H, terungkap atas pengakuan terdakwa kasus human trafficking, KR di Pengadilan Negeri Karanganyar beberapa waktu lalu. KR mengaku menyediakan A dan F kepada Sinuhun yang memesan jasanya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini