Share

Polisi Bantah Diskriminatif terkait Skandal Seks Keraton

Bramantyo, Okezone · Jum'at 27 April 2012 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 27 511 619664 fn8m8VSM4r.jpg

SOLO - Polres Karangnyar, Jawa Tengah, secara resmi meminta data kepemilikan mobil Grand Livina ke Polda Jawa Tengah. Data itu akan digunakan untuk menindaklanjuti skandal seks di bawah umur, yang menyeret nama petinggi Keraton Surakarta, Sinuhan H.

"Kita serius menindaklanjuti kasus tersebut dan sudah meminta print out kepemilikan Grand Livina ke bagian Lantas Polda Jawa Tengah," ujar Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Djoko Satrio Utomo, di Solo, Jumat (27/4/2012).

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Djoko menyakini, dengan data itu pelaku skandal seks akan segera terungkap. Pasalnya, pelaku yang diduga Sinuhun H menggunakan mobil grand livina saat bertemu dengan korban trafficking A (14) dan F (4).

Dia juga membantah bertindak diskriminasi terkait kasus tersebut karena hingga kini belum memanggil Sinuhun H untuk diperiksa.

Desakan pemeriksaan Sinuhun H juga datang dari anggota DPRD Solo, Hartanti. Anggota Komisi IV DPRD Solo itu menilai, tindakan skandal seks tersebut melanggar UU Perlindungan Anak, seperti yang dilakukan Syech Puji dengan mempersunting gadis 12 tahun.

"Syech Puji mengakui menikahi gadis di bawah umur dan bukti pernikahannya tersebut ada. Kalau inikan orang yang diduga menyangkal, sehingga kita butuh bukti yang menguatkan," tandasnya.

Seperti diberitakan, nama Sinuhun H diduga terlibat skandal seks di bawah umur setelah terdakwa kasus human trafficking, KR, mengaku menajajakan A dan F kepada petinggi keraton itu.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini