Share

Kemendikbud Siapkan Generasi Emas Indonesia

Margaret Puspitarini, Okezone · Senin 30 April 2012 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 30 373 621064 E4LyHPELGG.jpg Mendikbud Mohammad Nuh (Foto: Kemendikbud)

JAKARTA - Menjelang Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada 20 Mei, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki sejumlah misi khusus. Salah satunya adalah meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) demi menghasilkan generasi muda yang luar biasa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengatakan, berdasarkan data, saat ini jumlah penduduk Indonesia usia muda lebih banyak dibandingkan dengan usia tua. Jumlah anak usia 0-9 tahun sebesar 45 juta sementara anak usia 10-19 tahun berjumlah 43 juta jiwa.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Kita siapkan anak-anak usia 0-9 tahun lewat paudisasi dan pendidikan dasar karena nanti pada 2045, mereka berusia 35-45 tahun sedangkan usia 10-20 tahun berusia 45-54. Ini sesuai dengan usia masyarakat yang seharusnya memegang peran di suatu negara," kata M Nuh di Kemendikbud Senayan, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2012).

M Nuh menyebutkan, kondisi ini dinamakan Demography Bonus atau Demography Deviden. Untuk itu, aset berharga itu harus benar-benar dipersiapkan sehingga pada 100 tahun Kebangkitan Nasional, Indonesia telah memiliki generasi muda yang mampu bersaing secara global.

"Kalau kita bisa siapkan generasi ini ibarat  gerbong yang tidak pernah berhenti, mengalir terus. Inilah masa emasnya, berada di daerah sini yang disebut bonus demografi. Kalau kita bisa siapkan anak-anak muda di bawah 25 tahun untuk sukses, maka ke depan juga akan sukses," ujarnya menjelaskan.

Berangkat dari hal tersebut, tahun ini Kemendikbud mengambil tema Bangkitnya Generasi Emas Indonesia dalam peringatan Hardiknas. Maka, sesuai tema tersebut, lanjutnya, taruhan besar-besaran terhadap generasi muda ini akan mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi (PT).

Investasi ini, tambahnya, berupa peningkatan PAUD untuk anak di bawah enam tahun, usia 6-12 tahun pendidikan SD, usia 12-18 tahun pada pendidikan SMP, dan pendidikan menengah universal. Sementara untuk usia 20 tahun investasi tersebut disiapkan melalui RUU Pendidikan Tinggi.

"Maka kita harapkan sebelum 2045, minimal tidak ada lagi yang tidak lulus SMA. Setidaknya pada 2020, 97 persen lulus SMA dengan pendidikan menengah universal," kata Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini