Warga Jayapura Dihebohkan Kabar Air PDAM Beracun

Nurlina Umasugi, Okezone · Jum'at 04 Mei 2012 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 04 340 624095

JAYAPURA - Warga Kota Jayapura, Papua, dihebohkan dengan kabar air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), tercemar racun. Isu tersebut beredar melalui pesan singkat yang beredar luas.

 

Berikut isi SMS tersebut,”Beritahukan kepada saudara-saudara Anda yang berada di wilayah Sentani, Waena, Abepura, Entrop, Hamadi dan Jayapura untuk tidak meminum air PDAM selama dua hari ini. Dikarenakan air PDAM sudah dicampuri racun, ini sudah terbukti.”

 

Tak pelak, SMS tersebut langsung menghebohkan warga Jayapura dan sekitarnya. Warga langsung mengantisipasi dengan membeli air mineral kemasan sebanyak-banyaknya guna mengantisipasi kebenaran kabar ini.

 

"Saya sudah beli air kemasan lima karton, karena isunya air PDAM itu ada racunnya jadi saya antisipasi saja," ungkap Jamali, warga Hamadi, Jumat (4/5/2012).

 

Direktur PDAM cabang Jayapura Ir. Gading Butar Butar saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya membantah isu tersebut. Pria asal Medan ini mengaku jika benar air yang dikelola PDAM beracun, maka petugas di bak-bak penampungan air bersih sudah lebih dulu kena imbasnya.

 

"Tapi apa? Sampai sekarang anggota kami yang ditempatkan di sana aman-aman saja. Mereka sampai saat ini masih sehat. Tidak hanya mereka, tapi juga ikan yang kami pelihara di sana juga pasti sudah mati keracunan kalau memang benar airnya beracun," terang Gading panjang lebar.

 

Menurut Gading, isu air beracun itu muncul hanya demi kepentingan politik semata. Dia pun meminta warga untuk tidak resah dengan isu-isu semacam ini. Diakuinya, kondisi air di Kota Jayapura cukup bersih dan aman untuk dikonsumsi sehingga warga tidak perlu resah.

 

Hanya saja, kata dia, jika warga meminum air PDAM dan berasa bau maka itu hanya efek dari pemberian kaporit pada air yang diproduksi. Pemberian kaporit diakui untuk membunuh ekolin dalam air yang berjumlah besar saat musim hujan tiba. “Ekolin pada air bersih itu harus 0 persen, tapi kalau musim hujan jumlahnya bisa 100-200 persen, sehingga kita membunuhnya dengan kaporit, karena jika tidak air yang dikonsumsi akan menyebabkan sakit perut," jelasnya.

 

Disinggung peningkatan pengamanan di sejumlah bak penampungan air bersih, setelah beredarnya isu tersebut, Gading mengaku PDAM biasa-biasa saja. Sebab sudah ada anggota yang melakukan pengawasan 24 jam.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini