Jenderal Perang Balkan Hadapi Hukuman Mati

Fajar Nugraha, Okezone · Rabu 16 Mei 2012 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 16 414 630577 t9l7Z2mJae.jpg Ratko Mladic (Foto: Reuters)

DEN HAAG - Dua puluh tahun setelah dirinya memicu letusan pistol yang memulai Perang Bosnia, mantan komandan militer Serbia Bosnia Jenderal Ratko Mladic, kini menjadi pesakitan di pengadilan perang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mladic yang menjalani persidangan di Den Haag, Belanda, dihadapkan pada 11 dakwaan genosida atau pembantaian, kejahatan atas kemanusiaan dan kejahatan perang. 

Proses pengadilan yang dijalani pria berusia 70 tahun tersebut, menandakan berakhirnya penantian pencarian keadilan korban perang. Perang yang berlangsung pada 1992 hingga 1995 itu, menyebabkan sekira 100 ribu warga tewas, dimana sebagian besar korban ada warga Muslim Bosnia.

Memasuki ruang pengadilan, Mladic sempat memberikan jempol dan memuji para pendukung yang masih terus membela dirinya. Tetapi ada banyak juga keluarga dari korban perang yang ingin melihat langsung proses peradilan yang berlangsung hari ini.

Munira Subasic yang kehilangan 22 anggota keluarganya pada peristiwa pembantaian Srebrenica 1995 silam, berada di antara kelompok warga yang ingin melihat langsung sosok dari Ratko Mladic.

"Saya ingin melihat langsung ke matanya dan menanyakan, apakah dirinya menyesal atas segala perbuatannya yang dilakukannya," ujar Subasic, seperti dikutip Associated Press, Rabu (16/5/2012).

Diperkirakan hari ini akan berlangsung persidangannya selama 11 jam. Tentunya lamanya waktu tersebut tidak akan menjadi masalah, bagi pihak yang mendambakan keadilan atas kejahatan Mladic.

"Publik saat ini sudah biasa mengikuti perkembangan persidangan kejahatan perang yang biasanya memakan waktu. Peradilan atas Ratko Mladic juga akan berlangsung panjang. Pihak penuntut berencana untuk memanggil 158 saksi dan membaca pernyataan dari saksi sejarah. Pengadilan Mladic diperkirakan akan berlangsung setidaknya tiga tahun," tutur pengacara Mladic, Roger Sahota.

Mladic pun melakukan pembelaan atas tuduhan perang yang dihadapkan kepadanya. Menurutnya dia hanya membela negara dan rakyatnya. 

Sebelumnya ada anggapan proses peradilan akan berlangsung bias, namun hal ini dibantah oleh Presiden pengadilan khusus Perang Yugoslavia.

Mladic dianggap sebagai sosok yang memerintahkan pembantaian di Srebrenica. Saat itu pasukan Serbia diketahui membantai lebih dari 8.000 pria Muslim Bosnia.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini