Fosil Hewan Purba Asal Maros Diteliti di Australia

Najmi Limonu, Koran SI · Rabu 23 Mei 2012 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 23 340 634115 gqIACul448.jpg Ilustrasi fosil gajah koleksi Museum Geologi (Foto: okezone/Iman Herdiana)

MAROS - Isu penemuan fosil binatang purba di Desa Leang Burung, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ternyata bukanlah isapan jempol.

 

Meski Kepala Kantor Kecamatan Bantimurung, Faizal, mengaku belum mengetahui temuan fosil tersebut, namun Balai Arkeologi Makassar membenarkan informasi tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ditemukan fosil. Bahkan, tidak ada juga laporan dari warga sekitar terkait penemuan fosil itu, tapi kalau memang ada saya akan mencari tahu ke warga di sana,” ungkapnya pada wartawan.

Jenis fosil yang ditemukan yang ditemukan setahun lalu itu masih diteliti di Australia.

Kepala Balai Arkeologi Makassar Muhammad Husni menuturkan, tidak mudah untuk mengetahui jenis fosil tersebut. Karenanya para peneliti dari luar negeri masih terus mengkaji.

“Kami belum bisa berspekulasi terkait penemuan fosil itu, yang jelas barangnya sekarang ada di Australia untuk diteliti. Kalaupun sudah ada hasil analisis dari laboratorium, tapi balai arkeologi Makassar tidak bisa mengeluarkan pernyataan terkait hal itu,” jelas Faizal, Rabu (23/5/2012).

Dia menambahkan, fosil tersebut bisa saja binatang anoa, babi, atau gajah. Pasalnya dua hewan itu sudah sangat lama berada di Sulsel.

“Itu masuk jenis fosil apa, sepenuhnya bukan keputusan kami dari balai arkeologi. Kalau dari bentuknya, sama dengan hewan lainnya, tapi ada struktur dalam tulang yang membedakan. Tim masih mencari bagian lainnya, seperti gigi. Kalau sudah dapat, sedikit banyak bisa membuka tabir fosil itu,” terangnya.

Sementara itu salah seorang anggota tim peneliti dari balai arkeologi, Budianto Hakim, menuturkan usia fosil itu diperkirakan 1,2 juta tahun. Fosil ditemukan di kedalaman galian enam meter.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini