Share

Pemkot Depok Gandeng IPB untuk One Day No Rice

Margaret Puspitarini, Okezone · Kamis 24 Mei 2012 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 23 373 634393 MtsUn82gRq.jpg Ilustrasi : ist.

JAKARTA - Diversifikasi pangan, khususnya beras sebagai makanan pokok perlu dilakukan mengingat masih banyak hasil pertanian lain di Tanah Air dengan jumlah yang cukup melimpah. Untuk itu, Institut Pertanian Bogor (IPB) menelurkan inovasi beras analog sebagai pengganti beras.

Produk yang terbuat dari jagung dan sagu ini ternyata menarik perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Bahkan, Pemkot Depok pun menggandeng IPB untuk menyediakan beras analog dalam menyukseskan program One Day No Rice (ODNR) Pemda Kota Depok. Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail menyampaikan, Pemkot Depok telah menjalankan  progam ODNR sejak 12 Februari 2012. Namun tidak mudah bagi Pemkot Depok untuk mengubah pola kebiasaan konsumsi beras warga Kota Depok.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

"Selama ini Pemkot Depok menjalankan ODNR setiap Selasa di lingkungan kantor Pemkot Depok dan mengganti nasi dengan rebusan umbi-umbian seperti jagung, ubi, kentang, dan sebagainya. Namun Walikota menilai hal tersebut tentunya tidak akan bisa berkelanjutan karena  tidak sesuai dengan menu seimbang dan beragam. Sehingga harus ada contoh-contoh masakan terus," kata Mahmudi, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (24/5/2012).

Selain itu, lanjutnya, sumber jajanan di kantin, seperti mi instan dan mi bakso yang berbahan dasar terigu pun harus diganti dengan bahan pangan berbasis pangan lokal. Hal tersebut merupakan hal yang tidak mudah sehingga kerjasama dengan IPB merupakan pilihan tepat. "IPB memiliki banyak inovasi teknologi pangan termasuk mi berbahan dasar non terigu," ujarnya menambahkan.

Dalam acara tersebut peserta mendapat demo cara memasak beras analog agar hasilnya mirip dengan memasak beras pada umumnya. Selain itu, peserta juga disuguhi cara membuat nasi goreng beras analog. Selain dipamerkan beras analog, juga disajikan dalam aneka masakan ber bahan dasar beras analog dan mi jagung.

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian IPB Sam Herodian menyatakan, untuk permulaan, karena kebutuhan kantin di Lingkungan Pemda Kota Depok sekira 6-7 liter maka akan dikirim sekira 6-7 liter beras analog. "Untuk saat ini pemenuhan kebutuhan beras analog  Kota Depok akan diproduksi oleh  IPB sendiri," tutur Sam.(mrg)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini