Besok Miranda Diperiksa sebagai Tersangka Cek Pelawat

Dina Kusumaningrum, Okezone · Kamis 31 Mei 2012 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 31 339 639109 iyVK6yftBs.jpg Miranda S Goeltom (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom sebagai tersangka kasus dugaan suap cek pelawat.

"Bu Miranda besok dipanggil sebagai tersangka," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Miranda sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus cek pelawat sejak Januari lalu. Namun, hingga kini KPK belum juga memanggilnya sebagai tersangka. KPK baru memeriksa sejumlah saksi, yakni mantan anggota DPR periode 1999-2004 yang tersangkut kasus cek pelawat dengan tersangka Nunun Nurbaetie.

Miranda ditetapkan sebagai tersangka sejak 26 Januari 2012. Dia dijerat pasal 5 ayat 1 huruf b dan pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto dan atau pasal 55 ayat 1 dan ayat 2 KUHP karena diduga turut serta membantu Nunun Nurbaeti menyuap sejumlah anggota DPR Periode 1999-2004 dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004.

Miranda mulai dibidik KPK setelah sidang kasus dugaan suap cek pelawat Nunun Nurbaetie menjelang berakhir. Nunun Nurbaetie diganjar 2 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Namun, KPK masih belum memeriksa saksi-saksi Miranda.

Jejak ratusan cek pelawat yang mengalir ke Senayan sendiri tergolong rumit. Bermula dari Direktur PT Wahana Esa Sejati, Ahmad Hakim Safari alias Arie Malangjudo, cek tersebut berpindah tangan ke angota Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PPP, dan Fraksi Golongan Karya, Fraksi TNI/ Polri melalui Dudhie Makmun Murod, Endien Soefihara, Hamka Yandhu, dan Udju Djuhaeri.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini