Grasi Corby, Aussie Tegaskan Narkoba Extra Ordinary Crime

Tegar Arief Fadly, Okezone · Jum'at 01 Juni 2012 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 01 339 639723 nOlMrx9JbR.jpg Priyo (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Australia menegaskan kejahatan narkoba merupakan extra ordinary crime. Namun, di sisi lain, mereka secara tulus menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah memberikan diskon hukuman lima tahun kepada Schapelle Leigh Corby.

 

"Dubes Australia menegaskan bahwa masalah narkoba adalah kejahatan luar biasa yang harus diperangi bersama-sama. Dia (dubes Australia) secara tulus menyampaikan rasa terima kasih pada presiden atas keputusan terkait masalah ini,” ujar Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso usai bertemu Wakil Duta Besar Australia, David Angel di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (01/06/2012).

 

Dalam kesempatan ini, kata Priyo, Pemerintah Australia menyatakan tidak akan ikut dalam polemik pemberian grasi kepada Corby. Mereka sepenuhnya memandang persoalan ini sebagai masalah domestik Indonesia.

 

"Menurut Dubes, masalah pemberian grasi sepenuhnya merupakan masalah dalam negeri Indonesia sehingga Kedutaan Australia memandang tidak perlu untuk mengomentari, karena menghormati masalah dalam negeri indnesia," kata Priyo.

 

Pemberian grasi lima tahun kepada Corby yang divonis 20 tahun penjara karena menyelundupkan ganja 4,2 kilogram ke Bali, menuai kotroversi. Dia dianggap tak pantas mendapatkan potongan hukuman.

 

Sejumlah pihak menegaskan akan menggugat kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini. Di antaranya, LSM Granat dan Yusril Ihza Mahendra yang akan mendaftarkan gugatan hukum ke PTUN pada pekan depan.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini