2.000 ton raskin tak layak konsumsi

Yosef Naiobe (Koran Sindo), Koran SI · Jum'at 01 Juni 2012 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 01 447 639423 OhR0lqN9kU.jpg foto: Dok. okezone

Sindonews.com - Sebanyak 2.000 ton beras untuk warga miskin (raskin) di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog), Desa Apala, Kecamatan Barebbo diduga tak layak konsumsi.

Karena tak layak untuk disalurkan, Andi Seldy, salah satu mitra Bulog dalam pengadaan raskin, melaporkan ke Perum Bulog Divisi Regional (Divre) VII Sulsel pada Minggu 27 Mei. Andi Seldy mengatakan,beras yang tersimpan di gudang tersebut didatangkan dari Sengkang dibeli dari Ibrahim. Beras itu masuk gudang Bulog tanpa melalui prosedur pe-meriksaan mutu kelayakan.

“Sampelnya saya bawa ke Makassar dan saya tunjukan ke pimpinan Bulog di sana,” kata Andi Seldy menjelaskan, Kamis 31 Mei 2012.

Setelah menerima laporan tersebut, Kepala Perum Bulog Divre VII Sulawesi Selatan Tommy Sikado melakukan pemeriksaan mendadak (sidak) di Kabupaten Bone. Tommy didampingi staf Bulog Bone dan Kepala Seksi Logistik Bulog (Kasilog) Bone Fatima Jawi mendatangai gudang pe-nyimpanan raskin di Jalan KH Dewantoro, Watampone, Apala dan Tonra.

Menurut dia, jika ada beras yang rusak digudang, harus segera diganti.Setiap pasokan beras baik itu dari mitra maupun dari satuan kerja (satker) yang dibentuk Bulog, sebelum masuk gudang, harus diperiksa kelayakan mutunya, jangan langsung kasih masuk di gudang.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui mutu beras. Jika ada yang rusak sebelum tersimpan di gudang, menjadi tanggung jawab pembeli. Namun jika telah masuk gudang menjadi tanggung jawab kepala gudang.“Mengenai sidak di Bone, kami belum bisa memastikan hasilnya karena sampel harus diperiksa lebih lanjut,” kata Tommy.

Kasilog Bone Fatima Jawi mengatakan,selama ini pihaknya memperhatikan mutu beras yang disalurkan bagi warga miskin. Dia menjamin raskin tersebut memenuhi standar mutu.Terkait beras di gudang Apala yang dilaporkan salah satu mitranya, dia mengaku tidak ada masalah.

“Ini mungkin hanya kesalahpahaman saja,” ujar Fatima.

Pernyataan Kasilog bertolak belakang dengan temuan Andi Seldy. Saat ditunjukan sampel beras yang telah hancur, Fatima tak bisa memberikan reaksi apa-apa. Bahkan sempat terjadi adu mulut antara Seldy dengan Kepala Gudang Bulog Apala Usman Umar. Pasalnya, Usman yang sebelumnya ngotot bahwa beras asal Sengkang itu layak masuk gudang. Akibatnya Seldy sempat emosi dan nyaris beradu fisik dengan Usman di hadapan petugas.(azh)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini