Fenomena Langka, Besok Bintang Kejora Melintas di Depan Matahari

Adi Haryanto, Koran SI · Selasa 05 Juni 2012 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 05 527 641885 xDBVEbkcAX.jpg Peneliti dan Astronom dari Observatorium Bosscha (foto: Adi H/ Koran SI)

BANDUNG BARAT - Masyarakat di seluruh Indonesia bisa menyaksikan fenomena alam langka, yakni melintasnya Bintang Kejora atau Planet Venus di depan Matahari. Kejadian ini akan berlangsung pada Rabu 6 Juni, besok, mulai dari pagi hingga siang. Peristiwa ini merupakan peristiwa yang sangat langka terjadi karena baru akan terulang pada Desember 2117. 

"Kejadian ini pernah terjadi pada 8 Juni 2004. Namun karena siklusnya 8 tahun-105 tahun-8 tahun, maka fenomena ini baru akan terjadi lagi pada tahun 2117," ucap Peneliti dan Astronom Observatorium Bosscha, Evan Irawan Akbar, Selasa (5/6/2012).

Peristiwa alam itu, ujar Evan, bakal terjadi dari pukul 05.09 WIB sampai 11.49 WIB dengan puncak transit Planet Venus di Matahari terjadi pada pukul 8.29 WIB. Pergerakan Bintang Kejora ini akan mulai dari arah kiri ke kanan.

Akan tetapi, karena di Indonesia bagian barat pada pukul 05.09 matahari belum terlihat (terbit), maka fenomena ini belum bisa dilihat. Hal ini akan jelas terlihat secara utuh dari awal sampai akhir di Indonesia bagian timur.

Evan menjelaskan, peristiwa ini tidak berdampak apa-apa terhadap sistem tata surya. Kejadian ini hanya merupakan konsekuensi karena posisi Planet Bumi lebih jauh dari Venus. Tapi, para ahli astronom di era 1700 menjadikan kejadian ini sebagai alat ukur untuk menentukan jarak dari Bumi ke Matahari. Planet Venus memiliki diameter 12.100 atau 95 persennya dari ukuran bumi atau 1/3 jarak Bumi ke Matahari sekira 41.840.000

Fenomena ini bisa diamati di seluruh Indonesia, sedangkan di Observatorium Bosscha hanya akan melakukan pengamatan tertutup dan tidak terbuka untuk umum. Namun Evan mengingatkan supaya tidak melakukan pengamatan secara langsung melihat ke Matahari karena beresiko terhadap penglihatan.

Pengamatan yang aman dan simpel bisa menggunakan cara proyeksi/pinhole camera projection atau proyeksi lubang jarum. Dari lubang kecil yang dibuat di salah satu sisinya akan menghasilkan bayangannya di sisi seberang bagian yang lain. "Rencananya kami dan tim akan melakukan pengamatan dengan menggunakan Teropong Surya dan Teropong Bamberg mulai pukul 06.30. Mudah-mudahan saja cuaca di sekitar Lembang tidak mendung," harapnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini