"Tak Perlu Wakil Menteri, Cukup Dirjen"

Tegar Arief Fadly, Okezone · Rabu 06 Juni 2012 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 06 339 642251 bK74tZuTpC.jpg ilustrasi (okezone)

JAKARTA- Anggota Komisi Hukum DPR, Azis Syamsudin menilai, sesungguhnya posisi wakil menteri (wamen) tidak dibutuhkan oleh seorang menteri. Sebab, menurut ketentuan hukum, memang tidak disebutkan adanya posisi wamen.

"Secara hukum seperti itu. Tapi secara musyawarah mufakat bisa kita pahami," kata Azis kepada wartawan di DPR, Jakarta, Rabu (6/6/2012).

Azis mengatakan, dalam struktur kementerian sudah terdapat Direktur Jenderal (Dirjen) yang memang bertugas membantu menteri. Jadi jika alasan untuk menunjuk wamen adalah untuk membantu menteri, hal tersebut tidak sesuai dengan hukum.

"Menteri itu sudah dibantu dirjen. Yang membantu menteri bisa dibantu para dirjen. Selama dirjennya masih bisa menangani. Secara birokrasi dirjen membantu. Selama dirjen masih sehat wal afiat kenapa tidak, dirjen saja," tegasnya.

Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan, jabatan wamen tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Ketua MK, Mahfud MD menjelaskan, Pasal 10 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 terkait jabatan wakil menteri bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Dengan putusan ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus mengeluarkan Keppres baru mengenai pengangkatan wakil menteri. Dalam putusannya, MK mengatakan semua Keppres pengangkatan masing-masing wakil menteri perlu diperbarui agar menjadi produk yang sesuai dengan kewenangan eksklusif presiden dan agar tidak lagi mengandung ketidakpastian hukum.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini