Wamen Bagusnya Dibubarkan Saja

Fiddy Anggriawan , Okezone · Jum'at 08 Juni 2012 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 08 339 643764 8to85oafpN.jpg Ilustrasi (Foto: okezone)

JAKARTA - Pengamat Birokrasi dan Administrasi Negara STIA LAN, Muhammad Nur Siddiq, menegaskan, sebaiknya posisi wakil menteri di tiap kementerian lebih baik dibubarkan saja karena posisinya mematikan kedudukan para Deputi.

"Itu karena tidak jelas delegasinya antara deputi dan menteri. Hal ini jelas mematikan dan sangat tidak efektif. Jauh lebih bagus dibubarkan saja," ungkap Siddiq kepada wartawan usai melaksanakan diskusi DPD RI, Jakarta, Jumat (8/6/2012).

Menurutnya, untuk melayani rakyat itu memang sulit, jadi Direktur Jenderal ke wamen dan ke menteri tingkatan yang banyak ini menjadi tidak efektif karena terlambat ke rakyat dan membuat anggaran semakin banyak dihamburkan. "Kita lihat di negara maju itu tidak ada jabatan Wamen," singkatnya.

Pemangkasan wamen, dilanjutkan Siddiq, dapat mengefesiensi pengeluaran negara, karena untuk pelayanan rakyat itu juga diperluka biaya, yang seharusnya jauh lebih sedikit.

"Saya tidak tahu porsi anggaran antara Menteri dan Wamen, tapi setahu saya anggaran wamen itu besar juga. Wamen di bawah menteri itu perlu biaya banyak," terangnya.

Pemerintah, dijelakannya, tidak memiliki uang karena rakyatlah yang punya uang itu. Presiden diminta harus cepat menanggapi hal ini karena kalau dibiarkan terlalu lama siapa lagi yang mau menanganinya?

"Jadi begitu ada niat baik dari Presiden yang menanggapi itu Mensesneg dan harus direspon, di sini dibutuhkan figur negarawan agar rakyat tidak bingung," paparnya.

Mensesneg, dikatakan Siddiq, harus profesional, walaupun pengangkatannya merupakan hak perogratif Presiden. "Kita lihat pekerjaannya untuk melihat dia profesional atau tidak. Seharusnya Mensesneg bisa memberikan perintah atau instruksi ke Kementrian bahwa Wamen ini tidak bisa. Jangan tidak ada jawaban dari keputusan MK," simpulnya.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini