SBY Too Late, Too Slow

Fiddy Anggriawan , Okezone · Jum'at 08 Juni 2012 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 08 339 643807 ge3FghieQl.jpg Foto: okezone

JAKARTA - Pengamat Birokrasi dan Administrasi Negara STIA LAN, Muhammad Nur Sadiq, menilai bahwa salah satu pangkal dari korupsi adalah jabatan dan Undang-Undang yang memayunginya. Apa pun yang dilakukan pemerintah merupakan pelayanan untuk masyarakat dan masyarakat perlu dilayani secara cepat. Dalam hal ini, Presiden SBY harus melihat putusan tertinggi, yaitu MK dan merespon dengan cepat.

 

"Saat MK sudah putuskan, Presiden SBY harus merespon cepat. Bapak presiden kita itu too late too slow (sangat telat dan lambat)," kata Sadiq dalam diskusi Posisi Wamen dan Komposisi Kabinet di Gedung DPD, Jakarta, Jumat (8/6/2012).

 

Sebagai negara demokrasi saat ini pemerintah masih mengutamakan kepentingan elit politik atau partai, bukan rakyat. "Pemerintah harusnya mengutamakan kepentingan rakyat bukan elit tertentu," tandasnya.

 

Hadir pula, dalam diskusi tersebut, Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Adi Warman, dan Peneliti Politik LIPI, Indria Samego. Sementara Mantan menteri Hukum dan Ham, Yusril Ihza Mahendra, tak kunjung datang hingga diskusi berakhir.

 

 

 

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini