nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditegur BK, Demokrat Bela Roy Suryo

Tegar Arief Fadly, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2012 16:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 06 08 339 643865 lqfCipcEbt.jpg Roy Suryo (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf tidak menyalahkan sikap Roy Suryo yang mengajukan interupsi terkait kasus video porno dengan pemeran mirip anggota DPR, saat sidang paripurna.

Menurut Nurhayati, interupsi merupakan hak anggota DPR. "Itu merupakan hak anggota. Interupsi kan tidak salah," kata Nurhayati kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/6/2012).

Setelah insiden interupsi di Paripurna, Roy Suryo kemudian dipanggil dan mendapatkan teguran dari BK DPR. Nurhayati mengaku heran dengan sikap BK, karena bukan hanya Roy Suryo yang pernah melontarkan interupsi saat paripurna.

"Kalau misal dia dianggap melanggar aturan ya itu diproses BK, silahkan. Tapi setahu saya, itu hak setiap anggota untuk melakukan interupsi. Yang lain juga sering interupsi. Kok tidak dipanggil. Ini kan di BK ada aturannya, keadilan harus ditegakkan. Semua harus dilakukan secara adil," ungkapnya.

Kendati demikian, Nurhayati tidak mempermasalahkan tindakan BK yang memperingatkan kadernya. "Kita tidak menyalahkan BK. Kita, Pak Roy, kan sudah mengatakan bahwa itu sudah ada prosedur, biarkan BK yang menangani. Kalau itu dirasa BK perlu disikapi ya kita serahkan ke BK," paparnya.

BK DPR menegur Roy Suryo terkait pernyataannya tentang kasus video porno dengan pemeran mirip anggota DPR. Anggota Fraksi Demokrat itu dianggap telah merendahkan martabat BK lantaran menuduh tidak bertindak tegas.

"Kami ingatkan agar menjaga tindakan dan pernyataannya. BK tidak perlu dikometari dengan suatu konotasi, BK seolah-olah dapat diintervensi," ungkap Ketua BK DPR, M. Prakosa kepada wartawan di Gedung DPR, kemarin.

Apalagi, kata Prakosa, pihaknya dituding tidak melakukan apa yang harus dikerjakan oleh BK terkait kasus video porno tersebut. Menurut dia, Roy tidak pantas menyatakan hal tersebut dalam sidang Paripurna, sebab sebelumnya politikus Demokrat itu telah datang ke BK agar bekerja secara profesional terkait kasus video porno.

"Kami ingatkan dan kami tegur yang bersangkutan (Roy) karena waktu di Paripurna dia bicara yang tidak patut. Kita ingatkan itu, karena dia bilang BK harus bekerja profesional menangani kasus video. Padahal kami melakukan secara profesional sesuai Tatib," paparnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa sesama anggota DPR tidak sepatutnya berbicara kepada publik dengan mendiskreditkan BK bahwa salah satu dari ahli IT yang diundang, berbohong. Menurut dia, BK paham dengan apa yang harus dilakukan dan harus diputuskan terkait analisis atas video mesum itu.

"Dia juga bicara soal dua ahli yang dia sebut satu benar dan satu ahli lagi berbohong karena menyebut video rekayasa. Tidak perlu seperti itu, kami di BK tahu apa yang harus dilakukan dan diputuskan," pungkasnya.

Sidang Paripurna DPR diramaikan dengan interupsi anggota DPR soal video porno mirip anggota Komisi IX DPR Karolin Margaret Natasa yang dilakukan oleh Roy Suryo.

Anggota Komisi I DPR dari FPD Roy Suryo mengawali interupsinya. Roy menegaskan bahwa pendapat seorang ahli yang diundang Badan Kehormatan DPR terkait video porno mirip anggota DPR adalah tidak benar.

"BK sedang memeriksa satu kasus. Saya menghormati kesepatan kita bahwa BK harus bertindak profesional. Tidak boleh Badan Kehormatan DPR menerima salah informasi dari pakar digital forensik yang mengatakan video itu rekayasa. Itu bohong besar," tegas Roy dalam interupsi dalam rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 5 Juni 2012.

Bahkan Roy memuji salah seorang ahli yang mengatakan video tersebut asli dan dilakukan Karolin. Dia berharap BK bekerja profesional.

"Berbeda dengan mas Abah (Abimanyu Wahjoewidajat) yang masih menganalisa secara Ilmiah, rupanya ada seseorang yang sering oleh media disebut-sebut pakar digital forensik telah masuk angin dan mengkhianati ilmunya dan berani berbohong soal video heboh DPR dengan menyatakannya sebagai rekayasa belaka," kata Roy.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini