Share

Siap Go International, ITS Tempuh 4 Langkah Ini

Margaret Puspitarini, Okezone · Jum'at 08 Juni 2012 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 08 373 643694 nbeMm88zL8.jpg Ilustrasi : ist.

JAKARTA - Untuk menuju world class university, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, harus melengkapi berbagai kualifikasi yang dibutuhkan. International Office (IO) sebagai pemegang amanah internasionalisasi pun kian semangat bergerak mengenalkan ITS ke dunia internasional. Salah satu caranya lewat website IO.

Kepala IO ITS Maria Anityasari menjelaskan, IO memiliki rencana strategis empat tahun menuju internasionalisasi. Tahun pertama adalah tahap pembenahan organisasi dan peningkatan efisiensi. ''Intinya, internal ITS harus siap dulu," tutur Maria, seperti dilansir dari ITS Online, Jumat (8/6/2012).

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pada tahap ini, lanjut Maria, ada tiga aspek yang akan disiapkan. Pertama, sumber daya manusia (SDM) meliputi dosen, karyawan, dan mahasiswa. Pasalnya, ketiganya dinilai belum siap menghadapi internasionalisasi, terutama para karyawan. Terkait hal tersebut, pihak IO telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Bahasa dan Budaya ITS untuk menggelar pelatihan bahasa Inggris untuk para karyawan.

Koordinasi dengan badan akademik juga terus dilakukan guna menghasilkan kurikulum internasionalisasi pada Informasi dan Pengenalan ITS (IPITS) yang akan digelar Agustus mendatang bagi mahasiswa baru. Hal ini mendapat sambutan baik dari bagian Kemahasiswaan. "English Day akan mulai diterapkan semester depan," ujar Kepala Badan Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Bambang Sampurno.

Rencana kedua, kata Maria, meningkatkan fasilitas yang dimiliki ITS sesuai standar internasional. Contoh kecil, yakni sanitasi dan rambu-rambu ITS. "Harapan kami, setiap perbaikan sarana dan prasarana minimal disesuaikan dengan standar internasional," ungkap Maria.

Selanjutnya, Maria menambah, terkait sistem dan kurikulum perkuliahan. Harapan menjadi universitas internasional mustahil tercapai jika tidak diimbangi pengembangan kurikulum standar internasional. Selain itu, setiap jurusan dan fakultas diharapkan untuk menyusun program yang dapat 'dijual' ke dunia internasional. Misalnya, kelas internasional. Secara khusus, pada tahun kedua rencana strategis akan fokus pada efisiensi internal dan eksternal. Salah satu langkah nyatanya adalah ITS lebih proaktif dalam menjalin kerja sama. "Selama ini kami cenderung reaktif, lebih banyak menerima kerjasama," imbuhnya.

Efisiensi Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreements (MoA) juga akan dipacu. Kedua kerjasama ini akan diedarkan ke semua jurusan. Bagi yang tertarik dipersilakan mengadakan kegiatan yang sesuai. Wujudnya dapat berupa penelitian atau aktivitas lain. Tahun ketiga merupakan tahap promosi ITS ke luar negeri. Sasaran pertama adalah kancah Asia Pasifik. ITS berharap dapat menjadi salah satu tujuan kuliah para mahasiswa luar negeri. Sementara itu, tujuan terakhir ITS adalah meraih akreditasi internasional.

Maria menyadari, internasionalisasi merupakan pekerjaan besar bagi ITS. Satu hal yang mutlak dimiliki adalah kesiapan seluruh stakeholder ITS untuk mewujudkannya. Sinergisitas langkah bottom top juga harus diimbangi dengan top down. "IO hanya sebagai supporting unit, driver-nya ada pada jurusan," kata Maria menambahkan.(mrg)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini