nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

'BOM' IKJ Siap Meledak di Slovakia

Margaret Puspitarini, Jurnalis · Kamis 21 Juni 2012 16:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2012 06 21 373 651252 Zq1UldecS5.jpg Ilustrasi : Corbis

JAKARTA - Sebanyak 15 civitas academica Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang terdiri atas para mahasiswa teater, alumni, serta dosen akan tampil dalam pementasan internasional di Bratislavia, Slovakia. Karya pendek bertajuk "BOM BOM BOM" tersebut akan bersanding dengan pementasan dari 19 negara lain dalam ajang International Festival of Theatre Schools, Istropolitana Project '12.

"BOM BOM BOM" merupakan reportoar teater pantomime besutan sutradara Andi Wahyuddin Unru. Sang sutradara Egy Massadiah menyebut, sebuah kebanggaan tersendiri bagi IKJ untuk dapat berpartisipasi dalam Istropolitana Project '12. "Ini adalah ajang bergengsi bagi jurusan teater IKJ menembus pentas internasional," ujar Egy, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (21/6/2012).

Egy mengungkap, Festival Istropolitana telah dimulai sejak 1977. Festival dua tahunan yang digelar Akademi Seni Pertunjukan di Bratislava ini bertujuan menyajikan  produksi-produksi terbaik karya mahasiswa dari sekolah teater dan profesional yang merupakan bibit-bibit masa depan di bidang teater dan seni pertunjukan dari seluruh dunia. "Tidak kurang  84 judul pementasan dari sekolah-sekolah teater di dunia ambil bagian dalam festival ini," kata Egy.

Tujuan utama dari proyek ini, lanjut Egy, adalah menunjukkan pendekatan kreatif dan prestasi seniman muda teater dalam kaitannya dengan pengetahuan dan pengalaman mereka sendiri. Festival ini juga memungkinkan untuk membandingkan metode kerja teater dan pendidikan di berbagai negara. "Proyek Istropolitana adalah perjumpaan kreatif konsep beragam seni teater dan pertunjukan, disajikan oleh generasi muda seniman. Menawarkan berbagai tema dan bentuk, produksi-produksi harus menyajikan yang terbaik dari apa yang telah dihasilkan oleh sekolah yang berbeda dalam periode terakhir sejak 2004," bebernya.

Dia menjelaskan, konsep pertunjukan BOM tidak membawa pesan tetapi melahirkan kesan. Kesan bisa bermacam-macam dan bersifat multi tafsir untuk sebuah peristiwa. Pertunjukan yang mereka tampilkan tidak verbal, tetapi penuh visual yang bernafaskan kekayaan tradisi Indonesia. "Para aktor akan menjadi kuas yang akan melukiskan cerita di atas panggung. Mereka akan menciptakan sebuah lukisan yang menggambarkan peristiwa yang terkini di dunia. Semuanya tersaji dalam bentuk visual, kami meminimalkan bahasa verbal,” kata aktor senior Teater Mandiri tersebut.

Menurut Egy, dalam pementasan ini tidak ada fokus, semua peristiwa terjadi di semua sudut panggung, sehingga penontonlah yang akan menciptakan fokus tersebut. "Semacam kehidupan dalam cinta yang penuh misteri, ujungnya tidak tertebak. Ini semacam teror mental, semacam bom yang ada di mana-mana dan bisa meledak kapan saja," tuturnya.

Lewat forum bergengsi ini, Egy berharap teater IKJ dapat mengibarkan panji-panji kebudayaan tradisi Indonesia seraya berperan serta mengenalkan Indonesia melalui forum teater. Egy percaya komunitas teater bukan hanya tempat bermain dan bertemu, tetapi juga mengasah dan menempa manusia menjadi mandiri, berdisiplin, punya arah dan paham bekerja sebagai sebuah tim.(mrg)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini