Share

14 Penjahat Perang Serbia Divonis Penjara

Fajar Nugraha, Okezone · Rabu 27 Juni 2012 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 27 414 654700 w95UqjqRV1.jpg Foto: Orange

BEOGRAD - Pengadilan kejahatan perang Serbia menjatuhkan vonis kepada 14 mantan prajurit Serbia. Vonis yang dijatuhkan amat beragam, antara empat hingga 20 tahun penjara.

Mantan prajurit Serbia ini dituduh dengan sengaja membunuh 70 warga di sebuah desa kecil di Kroasia pada 1991 silam. Beberapa dari warga bahkan dipaksa berjalan melewati ranjau darat.

Pihak pengadilan menyatakan, mantan prajurit Serbia (yang melawan pihak Kroasia, di saat Kroasia berusaha memerdekakan diri dari Yugoslavia) bersalah karena dianggap melakukan kejahatan kemanusiaan. Tindakan itu mereka lakukan pada Oktober dan November 1991 di Desa Lovas.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"22 warga sipil tewas setelah dipaksa untuk berjalan melewati lapangan penuh ranjau darat. Sementara 48 warga sipil lainnya dibunuh di rumah dan pekarangan di desa terpencil," ujar hakim yang memimpin sidang, seperti dikutip Associated Press, Rabu (27/6/2012).

Seorang korban selamat dari pembantaian iu, Lovro Gersner mengatakan, "ketika para prajurit Serbia menguasai desa, mereka memerintahkan seluruh warga Kroasia menggunakan penanda gelang berwarna putih dan menandai rumah warga dengan pita berwarna putih pula."

"Suatu hari, prajurit Serbia memerintahkan sekelompok warga untuk ke ladang ranjau dan menyapu rumput dengan kaki mereka. Sementara prajurit itu berdiri sekira 50 meter dari kami dan mulai melepaskan tembakan. Tujuan mereka adalah membersihkan ranjau agar bisa dilintasi para prajurit," pengakuan Gersner.

Pembantaian di Lovas dianggap sebagai peristiwa brutal selama perang kemerdekaan Kroasia pada 1991 hingga 1995. Pengadilan kejahatan perang Serbia di Beograd, menjadi ujian besar bagi sistem hukum pengadilan di Serbia. Karena mereka harus mengadili sendiri kejahatan yang mereka lakukan.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini