Share

Lima Duta Google dari ITS

Margaret Puspitarini, Okezone · Kamis 28 Juni 2012 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 28 373 655249 fiNWOk3TxS.jpg Foto : Duta Google dari ITS/ITS

JAKARTA - Lima mahasiswa jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya menorehkan prestasi di kancah Asia Tenggara. Qotrun Nada Haroen, Andre Rizqon Maulana, Hani Ramadhan, Firman Insan Muhammad, dan Aldi Syahdeni terpilih sebagai Google Student Ambassador untuk kawasan Asia Pasifik.

Kelima mahasiswa ini tidak pernah menyangka akan terpilih menjadi duta bagi Google. Pasalnya, sebelum ini tidak pernah ada pengumuman mengenai open recruitment menjadi anggota salah satu search engine nomer satu di dunia tersebut. ''Ini yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara,'' ujar Andre, seperti dikutip dari ITS Online, Kamis (28/6/2012).

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Andre melanjutkan, proses pendaftarannya sendiri tidak begitu rumit. Mereka hanya perlu mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh pihak Google, kemudian mengirimnya via online. "Tidak ada yang istimewa. Kami sebenarnya juga bingung kenapa bisa lolos,'' papar satu-satunya mahasiswa angkatan 2009 yang terpilih sebagai duta Google.   

Kebingungan yang dialami Andre dan kawan-kawannya terbilang wajar. Pasalnya, tidak ada transparansi yang jelas mengenai kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota duta Google sendiri. ''Mungkin nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), prestasi, atau keaktifan dalam organisasi,'' kata Firman.

Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika angkatan 2010 itu meyakini, kemampuan berbahasa Inggris menjadi faktor pertimbangan utama dalam seleksi. Sebab, hal tersebut sangat dibutuhkan untuk perantara komunikasi sesama duta Google di seluruh dunia.

Berbeda dengan Firman, Qotrun berspekulasi, terpilihnya mereka sebagai duta Google berdasarkan kuantitas pemanfaatan produk Google. Hal ini diperkuat fakta bahwa empat dari lima mahasiswa tersebut adalah pengguna setia produk Google. ''Selain Aldi, kami berempat adalah pengguna Android,'' tutur Qotrun.

Lantas, apa tugas yang diemban oleh para duta Google ini? Jawaban ini baru akan diketahui setelah mereka pulang dari Singapura Juli mendatang. 'Satu yang pasti, kami akan menjadi orang pertama tahu jika Google masuk ITS,'' ungkap Nada.

Untuk fasilitas yang diberikan, Google benar-benar membuat para duta mereka tidak akan pernah menyesal telah bergabung. Selain mendapat kesempatan menjadi orang pertama yang mencicipi produk terbaru Google, mereka juga berkesempatan magang di Google. ''Kami juga akan mendapat pelatihan leadership, komunikasi, dan teknik,'' jelas mahasiswi asal Jawa Tengah itu.

Sementara itu Hani berharap, nantinya lebih banyak lagi mahasiswa ITS yang bekerja sama dengan instansi asing seperti ini. Sebab, hal tersebut akan menambah nilai jual dari mahasiswa ITS sendiri. ''Semakin banyak relasi, semakin besar pula peluang untuk sukses,'' pungkasnya.(mrg)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini