KAIRO - Dewan Militer Mesir akhirnya mengintegrasikan diri ke dalam tubuh Pemerintahan Mesir baru yang dipimpin oleh Mohammed Mursi. Ketua Dewan Militer Hussein Tantawi akan kembali menduduki posisi yang dijabat olehnya di era Husni Mubarak yaitu, menteri pertahanan.
Jendral Mohammed al Assar mengatakan, Mahkamah Agung Militer dan sejumlah institusi militer lain di pemerintahan akan tetap ada sampai konstitusi baru terbentuk dan pemilu parlemen digelar di Negeri Piramida. Transfer kekuasaan secara penuh ke Presiden Mohammed Mursi akan dilakukan pada Sabtu mendatang. Demikian, seperti diberitakan RIA Novosti, Kamis (28/6/2012).
Perdana Menteri Mesir Kamal El-Ganzouri yang memimpin kabinet, mengajukan surat mundurnya ke Dewan Militer Mesir, pada Senin kemarin bertepatan dengan menangnya Mohammed Mursi dalam pilpres. Mursi pun menyerukan pembentukan kabinet koalisi di negaranya.
Hingga saat ini, beredar pula laporan yang menyebutkan bahwa Mursi akan memilih seorang perempuan penganut agama Kristen Koptik sebagai perdana menteri. Namun Suratkabar Al-Shorouk menyebutkan, peraih Nobel Perdamaian Mohammed El Baradei juga berpotensi untuk menduduki kursi kepala pemerintahan Mesir.
Sosok ElBaradei selama ini sudah tidak asing di kalangan masyarakat Mesir. Selain dikenal sebagai Peraih Nobel Perdamaian, ElBaradei juga dikenal sebagai tokoh reformasi. Ia pun sempat menduduki posisi sebagai kepala Badan Atom Internasional (IAEA).
Pria itu juga sempat menjadi calon Presiden Mesir, namun El Baredei tidak meneruskan upayanya untuk berlomba demi mendapatkan kursi kepala negara Mesir. Pemerintahan Mesir yang baru nantinya akan terdiri dari berbagai fraksi politik dan tidak hanya terbatas pada kalangan Ikhwanul Muslimin saja.
Sejumlah politisi dari kelompok Salafi pun dipastikan akan begabung dalam kabinet. Ini tentunya tidak menjadi keheranan karena Salafi juga mendukung Ikhwanul Muslimin dalam pemilu.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.