Share

Anak Didik Pembantai Muslim Bosnia Jadi PM Serbia

Aulia Akbar, Okezone · Jum'at 29 Juni 2012 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 29 414 655823 hy2y6UIbf2.jpg Foto : Ivica Dacic (Today Zaman)

BEOGRAD - Presiden Serbia Tomislav Nikoliv meminta pemimpin partai sosialis Ivica Dacic untuk membentuk pemerintahan baru. Dacic sebelumnya adalah juru bicara dari mantan Presiden Slobodan Milosevic, yang terlibat dalam insiden pembantaian umat Muslim Bosnia.

Kelompok sosialis Serbia yang sempat dipimpin oleh Milosevic membuat kemitraan dengan Partai Progresif Serbia (SNS) yang dibentuk oleh Presiden Nikolic. Pada pilpres dan pemilu parlemen lalu, Nikolic dan SNS mengalahkan kubu mantan Presiden Boris Tadic yang berasal dari kubu demokrat.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Tadic dan rekan-rekannya menginginkan negaranya bergabung dengan Uni Eropa, namun Nikolic dan Dacic lebih mendambakan hubungan yang erat dengan Rusia. Nikolic dan Dacic pun dipastikan akan mengambil sikap tegas terhadap Kosovo, yang memisahkan diri dengan Serbia pada 2008 silam.

Beberapa negara tetangga Serbia mengkhawatirkan koalisi Dacic dan Nikolic. Dadic adalah mantan juru bicara dan anak didik Milosevic yang menjadi terdakwa genosida. Sementara itu Nikolic sempat dicap sebagai seorang ultra-nasionalis Serbia.

Lewat pidatonya, Nikolic menyangkal, pembantaian warga Muslim Bosnia di Srebrenica pada 1995 silam adalah peristiwa genosida. Nikolic pun mengatakan, Kota Vukovar di Kroasia yang dihancurkan pada 1991 adalah Kota Serbia.

"Tugas dari pemerintahan baru adalah untuk menciptakan penghidupan yang layak bagi warganya dan harus berdiri stabil di ranah Eropa," ujar Nikolic, seperti dikutip Irish Times, Jumat (29/6/2012).

Sejauh ini Uni Eropa lebih menginginkan bila Tadic menjadi perdana menteri dan memimpin pemerintahan koalisi demokrat dan sosialis di Serbia. Namun Dacic mengatakan, setelah dirinya pulang ke Rusia, Negeri Beruang Merah justru ingin Dacic berkoalisi dengan SNS.

"Saya hanya tertarik untuk bergabung di pemerintahan pro-Serbia yang akan bekerja untuk kepentingan warga Serbia. Pemerintahan ini tidak akan pro-Eropa atau pro-Rusia. Dan bukan pro-China atau pro-Amerika," tegas Dacic.

(AUL)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini