Share

Indonesia harus perkuat maritim

Roro Putri Hutami, Sindonews · Rabu 04 Juli 2012 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 04 448 658993 jckrVRA6LZ.jpg Ilustrasi.Okezone

Sindonews.com - Indonesia harus segera memperkuat maritimnya. Jika tidak, maka Indonesia tidak mungkin siap melawan kekuatan dan serangan yang terjadi di wilayah  teritorial Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Rizal Sukma.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dia menegaskan, meningkatnya perekonomian di Asia Timur akan berimbas pada meningkatnya permasalahan teritorial termasuk Indonesia.

"Sengketa teritorial akan semakin menerjang. Sedangkan ada 20 juta orang Indonesia hidupnya tergantung pada sumber daya laut," paparnya dalam diskusi "Kedaulatan Maritim Sebagai Kekuatan" di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu, (4/7/2012).

Menurut Rizal, pada  2010 saja, sudah terjadi eksploitasi sumber-sumber maritim, seperti pencurian ikan dan pelanggaran lainnya.

"Dari catatan kami pencurian ikan dilakukan nelayan asing terjadi sebanyak 37 kali, pelanggaran wilayah terjadi sebanyak 41 kasus, sebanyak 13 di antaranya dilakukan oleh Malaysia," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, saat ini terdapat gap besar antara ancaman dan strategi militer di Indonesia. "Suka atau tidak suka, negara-negara Barat akan bertarung di laut," tukas Rizal.

Apabila Indonesia tidak menempatkan kekuatan maritim sebagai benteng awal melawan ancaman, dapat dipastikan gap ini akan mengancam keselamatan Indonesia. Negara barat sendiri akan menjaga akses mereka ke negara Asia Timur melalui jalur laut.

"Dengan kekuatan maritim yang kokoh diharapkan kestabilan laut Indonesia dapat terjaga. Dan menjamin serta mencegah Asia Tenggara dari pengaruh pertarungan negara-negara besar," pungkasnya.(lin)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini