AURORA - Tersangka penembakkan bioskop di Colorado, Amerika Serikat (AS) James "Joker" Holmes dipaksa mengenakan pelindung muka oleh para sipir penjara. Hal itu disebabkan karena Joker sering meludahi sipir-sipir penjara tersebut.
Setelah Joker ditangkap di tempat parkir bioskop, pembunuh berusia 24 tahun itu langsung diseret ke Penjara Kabupaten Arapahoe. Joker pun ditempatkan di sel isolasi penjara tersebut.
Meski demikian, tingkah laku Joker semakin gila dan pria itu meludahi lantai dan sipir. Ketika berada di dalam sel, Joker tetap meludah, sipir pun terpaksa memasang pelindung wajah untuknya, bila mereka ingin memindahkan Joker ke ruangan lain. Demikian, seperti diberitakan Daily Mail, Rabu (25/7/2012).
Arlene Holmes yang merupakan ibu angkat Joker pun mengatakan bahwa dirinya cukup khawatir dengan kehidupan sosial putranya. Arlene juga sempat meminta putranya agar segera mengadakan bimbingan konseling dengan psikiater.
Sejauh ini, sejumlah pihak menduga Joker merupakan seseorang yang menderita kelainan jiwa. Ketika tertangkap, Joker juga terlihat sedang memainkan kantong barang bukti seperti halnya memainkan boneka. Namun seorang petugas sipir mengklaim, pembunuh itu hanya berpura-pura.
Proses pengadilan James "Joker" Holmes juga akan dilanjutkan pada Senin depan. Joker pun sudah terancam divonis hukuman mati oleh hakim.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.