Share

Pendidikan Jarak Jauh Ancam PTS

Bramantyo, Okezone · Sabtu 28 Juli 2012 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 28 373 669779 rYJvWhgsG1.jpg Image: Corbis

SOLO – Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Tengah, Prof. Dr. Brodjo Sudjono menyatakan, ketentuan yang ada dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU PT), yakni  Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), akan mengancam keberadaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

          

"Sebab bila Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diizinkan melaksanakan PJJ, maka PTS-PTS yang ada di daerah, terutama yang kecil-kecil, akan tutup satu demi satu, karena bakal tidak kebagian mahasiswa," kata Brojo saat ditemui wartawan, di Solo, Jawa Tengah, kemarin.

        

Menurut Brojo, pemberlakukan PJJ hanya boleh diselenggarakan oleh PTS. Sehingga PTS bisa tetap bertahan hidup.  Dia mengimbuh, belakangan ini banyak PTS yang kondisinya hidup segan mati pun enggan. Hal itu sebagai akibat terlalu banyaknya PTN dalam menerima mahasiswa. Bahkan, kuota PTN dalam menerima mahasiswa baru terus bertambah, dan dibarengi penambahan program studi baru.

"Sehingga yang sebetulnya pangsa PTS, kemudian beralih ke PTN. Akibat selanjutnya akan banyak PTS yang mati," jelasnya.

Oleh karena itu, kata Brojo, pemerintah  perlu mengeluarkan regulasi yang mengatur pembatasan penambahan program studi bagi PTN. "Pemerintah harus bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup PTS. Sebab pemerintahlah yang memberi izin PTS berdiri," tuturnya.

Sementara di tempat terpisah, Rektor Universitas Islam Batik Solo Prof Dr. Ir. Endang Siti Rahayu berkata, pemerintah tidak boleh menganaktirikan PTS. "Harus ada regulasi yang berpihak pada PTS," tegasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini