Image

MUI Kediri Fatwakan Jasa Penukaran Uang Haram

Arif Wahyu Efendi, Jurnalis · Jum'at, 3 Agustus 2012 - 08:44 WIB
Ilustrasi, penukaran uang resmi (Foto: Heru H/okezone) Ilustrasi, penukaran uang resmi (Foto: Heru H/okezone)

MADIUN- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun, Jawa Timur, menyatakan, jasa penukaran uang yang marak beroperasi menjelang Lebaran haram. Bahkan MUI menengarai ada permainan antara oknum perbankan dengan bandar jasa penukaran uang.

Ketua MUI Madiun, Sutoyo, mengatakan, dasar adanya dugaan permainan oknum perbankan dengan bandar jasa penukaran uang karena masyarakat sulit untuk mendapat uang pecahan kecil.

“Namun di lapangan, jasa penukaran uang seolah gampang mendapatkan uang receh tersebut dalam jumlah sebesar sekali pun,” kata Sutoyo, Jumat (3/8/2012).

Sedangkan fatwa haram jasa penukaran uang karena, ada kelebihan uang yang dibayarkan masyarakat kepada jasa penukaran uang.

“Misalnya, jika Anda menukarkan uang Rp100 ribu dengan lembaran uang pecahan berapa pun, Anda diharuskan membayar uang Rp110 ribu. Ini yang termasuk dalam kategori riba,” tuturnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Berita Rekomendasi

Jasa Penukaran Uang
Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming