Share

UGM Latih Petani Vaksinasi Ikan

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Kamis 06 September 2012 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 06 373 686019 3qAlef2GQM.jpg Foto: dok. UGM

JAKARTA - Seperti halnya manusia, hewan ternak juga butuh vaksinasi untuk menjaga kesehatan, termasuk ikan. Namun, tidak semua orang bisa memberi vaksinasi ini, perlu latihan dan keterampilan khusus.

Sunarto (53), petani ikan asal tempel, Sleman, bercerita, selama ini ikan di kolamnya tidak pernah divaksin. "Kalau risiko kena penyakit, rata-rata hampir 50 persen bibit ikan bisa mati," katanya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Meski tidak divaksin, Sunarto mengklaim bisa meraup penghasilan kotor Rp50 juta tiap tahun dari produksi 11 kolam ikan miliknya. Selama ini, Sunarto hanya jual bibit nila, gurameh dan lele dengan waktu panen tiap dua hingga tiga bulan. Sunarto mengaku, tidak mengetahui pentingnya vaksinasi dalam meningkatkan kesehatan produksi ikan. Padahal, kedua hal tersebut sangat bertalian erat.

Menyadari hal tersebut, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) pun menggelar pelatihan vaksinasi ikan kepada puluhan petani kolam ikan asal Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Menurut dosen budidaya perikanan Susilo budi Priyono, setelah menguasai proses vaksinasi usai pelatihan ini, pihaknya berharap akan ada peningkatan produksi dan budidaya ikan. Pasalnya, selama ini ada kegagalan produksi akibat serangan virus dan bakteri. Susilo menilai, vaksinasi lebih ampuh menangani berbagai penyakit tersebut ketimbang penggunaan antibiotik.

"Vaksinasi bisa meningkatkan kehidupan ikan hingga lebih dari 30 persen," kata Susilo, seperti dinukil dari laman UGM, Kamis (6/9/2012). 

Menurut ahli penyakit ikan, Murwantoko, ada tiga metode vaksinasi bagi ikan, yakni suntikan, rendaman dan oral. Vaksinasi rendaman bisa dilakukan pada kolam dengan berbagai ukuran ikan. Metode ini cenderung murah dan tidak berisiko bagi vaksinator. Selain itu, tingkat stres yang ditimbulkan pada ikan akibat metode ini juga rendah. Kelemahannya, petani membutuhkan jumlah vaksin cukup banyak, belum lagi jangka perlindungannya pun rendah.

Vaksinasi suntikan memungkinkan hampir semua vaksin masuk ke tubuh ikan. Cara ini efisien dan efektif dalam memberikan perlindungan pada ikan. Sayangnya, metode suntik tidak bisa dilakukan pada ikan berukuran kecil. Metode ini juga butuh keahlian khusus para vaksinator, dan berisiko. "Metode oral adalah yang paling mudah, vaksin hanya dicampurkan pada pakan ikan. Tapi, butuh jumlah (vaksin) yang banyak," ujar Murwantoko.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini