Share

Magister Vokasi Masih Malu Eksis

Senin 10 September 2012 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 10 373 687460 8UDjf49cga.jpg Image: Corbis

YOGYAKARTA – Magister terapan atau S-2 terapan ternyata ada di perguruan tinggi (PT) di Indonesia seperti halnya di luar negeri. Hanya, kebanyakan orang belum mengetahuinya. Sementara, pihak pengelola belum terlalu percaya diri memperkenalkan magister ilmu aplikatif tersebut.

"Indonesia memiliki empat jalur pendidikan yakni sains, terapan, profesi, dan keahlian. Universitas Gadjah Mada (UGM) selama ini menerapkan program sains dan terapan. Cuma program terapan masih 'tersembunyi,'" beber Direktur Sekolah Pascasarjana UGM Hartono, kemarin.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Teman-teman prodi S-2 terapan, lanjut dia, belum secara gamblang menyatakan diri sebagai lulusan ilmu terapan. Padahal dari nama prodi, kerjasama dengan pihak asing atau desain kurikulum jelas-jelas terapan. "Sayangnya mereka masih malu-malu kucing," ujarnya.

Belum ingin tampilnya prodi-prodi S-2 terapan di Sekolah Pascasarjana UGM sendiri karena mereka memilih jalan aman dengan menunggu reaksi positif masyarakat sebagai target pasar. Padahal, sejalan dengan disahkannya Undang-Undang (UU) Pendidikan Tinggi pada Juli lalu, sekolah vokasi atau kejuruan yang di dalamnya termasuk S-2 terapan saat ini menjadi fokus utama pendidikan di Indonesia.

Terpisah, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab mengatakan istilah magister terapan masih asing di Indonesia. Berbeda dengan di Tanah Air, ilmu terapan lebih diminati di luar negeri karena lebih prospektif di masa depan. (ratih keswara/koran si)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini